KELANA KOTA

Strategi Pemkot Atasi Banjir Surabaya Barat

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 20 Februari 2019 | 11:55 WIB
Kondisi ruas Jalan Jazirah Golf Citraland, Sabtu (10/3/2018) sore. Foto: Steve Tjandra via e100
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya mengakui, penyebab banjir di Surabaya Barat karena beberapa saluran tidak terkoneksi, terutama yang ada di Perumahan Citraland dan kawasan Pakuwon Mall. Maka dari itu, di tahun 2019 ini Pemkot akan fokus membuat kolam tampung dan konektifitas saluran untuk mengantisipasi banjir.

Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mengatakan, tahun 2019 ini ada kerja sama antara pengembang dengan Pemkot Surabaya untuk membuat saluran yang menghubungkan dengan kolam tampung sementara.

Eri mengatakan, untuk memperlancar aliran air di Pakuwon dan Citraland, nanti Pemkot juga akan membuat saluran yang terkoneksi sampai Lontar dan sekitarnya.

"Karena ada dua kolam tampung belum selesai dibangun, maka banjir kemarin cukup besar. Kolam tampung ini untuk menampung air sementara, biar bisa berjalan ke Waduk Slamet yang ada di Lidah Kulon dan Lakarsantri. Ketika sudah jadi kolam tampung, nanti bisa mencakup di wilayah barat baik di Citraland maupun di Pakuwon," katanya, Rabu (20/2/2019).


Eri mengatakan, setelah ini seluruh bangunan baru atau perumahan baru di Surabaya Barat harus menyertakan ruang resapan pengganti berupa kolam tampung.

"Karena resapan air berkurang maka dibangun kolam tampung. Setiap perumahan harus ada pengganti ruang serap air, itu sudah ada di dalam perijinan sejak tahun 2016," katanya.

Kolam tampung ini, kata Eri dibebankan ke pengembang. Sedangkan saluran yang terputus dan kecil akan dibangun Pemkot Surabaya termasuk yang sampai ke Lontar.

"Saluran memang terputus dan kecil sampai ke Lontar. Tahun 2019 harus tuntas kolam tampung dan saluran ini," katanya.

Diberitakan sebelumnya, banjir di kawasan perumahan mewah Citraland, Kamis (31/1/2019) lalu cukup parah. Ketinggian air di depan Gereja Santo Yakobus bahkansampai sedada orang dewasa atau satu meter, hingga menyebabkan banyak kendaraan mogok.

Selain itu, banjir ini juga menelan korban jiwa seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang terseret arus di kawasan Cluster Bukit Bali Citraland. Selain kawasan Citraland banjir juga meluas di kawasan Lontar dan sekitarnya. (bid/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.