KELANA KOTA

Dugaan Pencurian Data Kependudukan, Puluhan Warga Kediri Lapor ke Polda Jatim

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 12 Maret 2019 | 15:18 WIB
Warga Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Selasa (12/3/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Puluhan warga Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Selasa (12/3/2019). Kedatangan mereka ini untuk melaporkan adanya tindakan pencurian data identitas puluhan warga Jambean.

Roy Kurnia Irawan (36) salah satu warga Jambean mengatakan, data kependudukan mereka telah digunakan oleh salah seorang oknum untuk pembuatan paspor. Padahal, puluhan warga itu belum pernah menggunakannya untuk pergi ke luar negeri.

Dalam hal ini, ada 28 warga Jambean yang dirugikan karena tidak terdaftar sebagai DPT. Bahkan, mereka juga terancam tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2019 mendatang.

"Ada 32 warga yang tidak terdaftar DPT, 28 di antaranya itu datanya dicuri. Jadi, data e-KTP mereka digunakan untuk ke luar negeri. Terus fotonya diganti. Ini tentu tanpa persetujuan pemilik KTP," kata Roy.

Roy mengaku, sebelumnya dirinya sudah melaporkan temuan ini ke Polres Kediri sejak Oktober 2018 lalu. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan yang dilakukan Polres Kediri.

Untuk itu, Roy bersama warga Jambean yang dirugikan oleh hal ini mendatangi Polda Jatim. Mereka ingin, Polda Jatim mengambil alih kasus ini dari Polres Kediri dan segera mengusut permasalahan ini.

"Ya mohon maaf, e-KTP yang katanya ada ID mata, wajah, dan sidik jari ternyata masih bisa kebobolan. Ini ada semacam sindikat mafia yang bermain di sini. Makanya kami tidak akan segan-segan melaporkan ini ke polisi," jelasnya.

"Kita mendesak Bapak Kapolda untuk kasus tersebut agar ditarik dan ditangani Polda Jatim. Karena sampai saat ini Polres Kediri belum ada tindak lanjutnya dan oknum tersebut masih bebas berkeliaran," tambah dia.

Sebelumnya, puluhan warga Jambean ini juga sempat mendatangi Kantor KPU Jatim, Selasa (12/3/2019). Mereka menuntut agar pihak KPU memasukkan 28 warga tersebut ke dalam DPT. (ang/iss/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.