KELANA KOTA

Massa Driver Online Tinggalkan Kantor Gojek dan Bergerak Menuju Grahadi

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 19 Maret 2019 | 13:42 WIB
Massa dari organisasi atau perhimpunan driver online se Jatim yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) tinggalkan kantor Gojek menuju Grahadi. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Massa dari organisasi atau perhimpunan driver online se Jatim yang tergabung dalam FRONTAL (Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal) selesai melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gojek Jalan Raya Ngagel Surabaya.

Sekitar 30 menit lalu, massa aksi melakukan orasi dan menyampaikan 8 tuntutannya kepada pihak aplikator. Mereka sempat membakar keranda dan ban di tengah-tengah aksi unjuk rasa itu.

Kemudian polisi, datang membawa alat pemadam ringan (apar) dan mematikan api. Ini dianggapnya sangat membahayakan. Sebab disekitar kerumunan massa, ada beberapa kendaraan sepeda motor yang terparkir.

Selama aksi berlangsung, polisi sempat memberlakukan pengalihan arus lalu lintas pada pengendara yang mengarah ke Jalan Raya Ngagel. Karena banyaknya massa beserta kendaraannya yang memadati lajur Raya Ngagel.


Saat ini massa sudah bergeser dan Jalan Raya Ngagel sudah dibuka kembali. Salah satu massa menyebutkan bahwa mereka akan bergerak ke Grahadi untuk melakukan diskusi dengan pihak aplikator dan pemerintah.

Sebelumnya, David Walalangi Humas FRONTAL mengatakan jika dari aksi ini tidak ada kejelasan mereka akan melakukan kemah di kantor Grab dan Gojek. Kalaupun ada proses negosiasi, mereka ingin proses negosiasi itu tidak dihadiri dari pihak aplikator saja.

Tetapi juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur kemudian Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo dan juga KPPU satu instansi yang mengawasi perdagangan usaha.

Selain itu, juga harus dilakukan di atas materai, agar sewaktu-waktu pihak aplikator mengingkarinya, mereka bisa menuntut.

Sementara itu, pantauan suarasurabaya.net dari kantor Gojek, sempat mendatangi untuk meminta tanggapan terkait aksi ini. Namun, salah satu security menyebutkan bahwa tidak ada seorangpun di kantor. Sebab kepala dan beberapa staf sudah berangkat ke Grahadi untuk melakukan diskusi. (ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.