KELANA KOTA

Didampingi Eri Cahyadi, Risma Sidak Tata Kota Surabaya 2019

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 20 Maret 2019 | 12:13 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya sidak di proyek pembangunan Patung Suro dan Boyo di Taman Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Selain infrastruktur penanggulangan banjir terus ditambah, Pemkot Surabaya juga terus berupaya menyelesaikan pembangunan fasilitas publik lainnya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya bersama Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya melakukan sidak ke sejumlah proyek fasilitas publik yang dibangun dalam anggaran APBD 2019.

Sidak pertama dilakukan di proyek pembangunan Alun Alun Surabaya yang ada di bawah jalan Yos Sudarso dan jalan Pemuda. Lalu, bergeser ke perkampungan di Jl Blauran yang rencananya akan dilakukan penataan.

Risma dan Eri juga melakukan pengecekan ke sekolah dasar di SD Negeri Pagirian 1 Surabaya yang rencana juga direnovasi. Risma juga mengajak stafnya melihat progres pembangunan gedung arena tembak berstandar internasional yang ada di Kedung Cowek.

Risma dan Eri mengakhiri sidak di pembangunan patung Suro dan Boyo di Taman Surabaya yang ditarget selesai pada bulan Mei 2019.

"Kalau pembangunan patungnya ini selesai Mei. Nanti juga ada tambahan pembangunan jembatan yang terintegrasi dengan Sentra Ikan Bulak (SIB) lantai 2," ujar Risma.

Sementara itu, Eri Cahyadi Kepala Bappeko Surabaya mengatakan, pembangunan taman Suroboyo dan patung berukuran tinggi 42 meter itu untuk meramaikan kawasan wisata di Kenjeran. Selanjutnya nanti akan dibangun jembatan seperti JPO yang terintegrasi dengan taman dan SIB lantai dua.

"Pokoknya akan semakin bagus di sini. SIB nanti juga dibikin semakin nyaman untuk pengunjung," katanya. (bid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.