KELANA KOTA

Jalan Berlumpur di Manyar Gresik Itu Sebenarnya....

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 21 Maret 2019 | 14:35 WIB
Jalan Manyar Gresik yang macet karena kondisi jalan berlumpur. Foto: Syamsul Arif via e100
suarasurabaya.net - Jalan penuh lumpur di kawasan Manyar, Gresik ramai diperbincangkan di media sosial. Masyarakat resah karena jalan tersebut licin saat dilintasi dan seringkali membuat macet.

Bahkan, banyak juga netter yang membuat meme terkait kubangan lumpur di kawasan Manyar, Gresik tersebut. Seperti gambar meme yang memasukkan foto buaya mandi di kubangan lumpur dan masih banyak meme lainnya.

Masyarakat mengira jika kubangan lumpur itu adalah jalan rusak yang dipenuhi lumpur.

Menanggapi hal tersebut, Merlan Efendi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas Surabaya-Gresik-Sadang BBPJN VIII membantah jika itu jalan rusak yang dipenuhi lumpur.

"Jadi itu bukan jalan rusak. Itu adalah tumpukan material untuk peninggian jalan di lokasi," kata Merlan saat dihubungi suarasurabaya.net.

Merlan menjelaskan, jalan yang dipenuhi kubangan mirip lumpur itu sebenarnya adalah material agregat kelas A dan B. Tumpukan material itu sepanjang 3 kilometer mulai KM 27-30.

"Awalnya bentuknya tidak begitu, tapi material bentuknya pecahan batu seperti pasir. Tapi karena guyuran hujan deras beberapa hari ini jadi bentuknya seperti lumpur karena kadar air dalam campuran agregat ini jadi berlebihan," ujar dia.

Merlan mengatakan, selama musim hujan ini proses pengerjaan peninggian jalan Manyar menjadi kurang maksimal.

"Kan seharusnya bisa dikerjakan malam hari karena kalau siang padat lalu lintasnya. Tapi kalau hujan sekarang sering hujan jadi tidak bisa melakukan pengerjaan," katanya.

Kata Merlan, pihaknya akan berusaha berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur lalu lalang truk besar di lokasi.

"Target pengerjaan dengan agregat ini selesai 27 Maret ini. Untuk aspal lapisan pertama selesai 14 April mendatang. Asalkan cuaca juga mendukung," tambahnya. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.