KELANA KOTA

Mengeluh Susah Tidur, KPK Undur Pemeriksaan Romahurmuziy

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 21 Maret 2019 | 18:46 WIB
Romahurmuziy atau Rommy Ketua Umum PPP saat keluar Gedung KPK, Sabtu (16/3/2019). Foto: Dok./Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengatur ulang jadwal pemeriksaan Romahurmuziy Anggota DPR RI tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Sebetulnya, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang akrab disapa Romi, hari ini Kamis (21/3/2019), dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Tapi, sampai petang hari ini, bekas Ketua Umum PPP tersebut tidak juga datang di Gedung Merah Putih.

Febri Diansyah Juru Bicara KPK menjelaskan, tersangka berinisial RMY beberapa hari belakangan merasa kurang sehat karena susah tidur.

Sesudah Dokter KPK melakukan pemeriksaan, kata Febri, ternyata beberapa indikator kesehatan Romi masih dalam taraf wajar.

Kemudian, Dokter KPK memberikan pengobatan, dengan harapan kondisi tersangka membaik sehingga bisa menjalani pemeriksaan lanjutan, besok pagi, Jumat (22/3/2019).

Sementara itu, tadi siang Penyidik KPK kembali memeriksa dua tersangka atas nama Muhammad Muafaq Wirahadi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, dan Haris Hasanuddin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Usai menjalani pemeriksaan, dua orang tersangka yang memakai rompi oranye dengan tangan terborgol, tidak mau memberikan keterangan, dan langsung masuk mobil tahanan.

Seperti diketahui, Sabtu (16/3/2019), KPK menetapkan Romahurmuziy, Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Haris Hasanuddin sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

KPK menduga Romi menerima suap Rp300 juta, supaya Muafaq dan Haris lolos seleksi menjadi pejabat tinggi di Kementerian Agama.

Tiga orang tersangka itu sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan Tim KPK, Jumat (15/3/2019), di Surabaya, Jawa Timur. (rid/tin)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.