KELANA KOTA

BMKG: Jatim Masih Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 22 Maret 2019 | 12:58 WIB
Ilustras. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan jika wilayah Jawa Timur masih berpotensi terjadinya angin hujan deras yang disertai dengan angin kencang menyusul saat ini sudah memasuki pergantian dari musim hujan ke kemarau.

Teguh Tri Susanto Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda di Sidoarjo, Jumat (22/3/2019) mengatakan, selain karena pergantian musim juga dipengaruhi adanya siklon Savannah di Samudera Hindia.

"Potensi terjadinya angin kencang di wilayah Jatim masih bisa terjadi. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau tetap waspada terjadinya angin kencang," katanya, seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan, pada akhir pekan ini sejumlah wilayah di Jatim di pagi hari masih terpantau cerah berawan dan hujan ringan.

"Siang sampai dengan sore hari berpotensi hujan lokal hingga hujan lebat disertai petir," katanya.

Begitu juga, kata dia, saat malam hari diperkirakan berawan, hujan lokal hingga hujan lebat disertai petir serta ini hari berkabut, berawan dan hujan lokal.

"Untuk suhu udara terpantau 18 sampai dengan 33 derajat celsius, kemudian untuk kelembaban udara 65 sampai dengan 100 persen dengan kecepatan angin dari Barat Daya ke Barat Laut sekitar 05 - 30 kilometer perjam," ucapnya.

Ia mengatakan, yang perlu diwaspadai adalah hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada pagi hari di wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Situbondo.

"Untuk siang hari di wilayah Kabupaten Malang, Bangkalan, Tulungagung, Trenggalek, Gresik, Kabupaten Blitar, Pacitan, Lamongan, Lumajang, Tuban, Sumenep, Jember, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Surabaya, Banyuwangi, Sidoarjo, Magetan, Pulau Bawean, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Situbondo," katanya.

Sedangkan pada malam hari di wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Batu, Kota Malang, Kota Pasuruan, Banyuwangi, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Situbondo dan Bondowoso," katanya.

"Kami akan terus berupaya untuk memberikan kondisi terbaru peringatan dini di wilayah Jawa Timur supaya masyarakat lebih waspada, termasuk di antaranya untuk penerbangan," katanya. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.