KELANA KOTA

Direktur Tunas Hijau: Menjaga Lingkungan Itu Berkelanjutan

Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 22 Maret 2019 | 14:40 WIB
Sebuah aktivitas bersih-bersih lingkungan diikuti pelajar. Foto: istimewa
suarasurabaya.net - Menjaga serta merawat lingkungan termasuk untuk ketersediaan air bagi hidup, tidak dapat dilakukan sepenggal-sepenggal. Merawat lingkungan harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan, karena alam tidak dapat diperbaiki sepenggal-sepenggal.

Zamroni Direktur Tunas Hijau Indonesia menyampaikan itu menyoal peringatan Hari Air Sedunia 2019 yang bertema: Water for All, Leaving No One Behind, yang mengajak masyarakat semuanya menjaga dan menggunakan air bersih dengan bijak tanpa terkecuali.

"Kegiatan-kegiatan dalam rangka menjaga dan merawat lingkungan alam, dalam kaitannya dengan ketersediaan air bersih, memang tidak bisa dilakukan sepenggal-sepenggal. Gerakan atau kegiatan itu harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan. Ini penting dipahami oleh siapa pun," terang Zamroni.

Dengan gerakan atau kegiatan yang sepenggal-sepenggal saja, lanjut Zamroni, maka upaya untuk menjaga lingkungan alam menjadi kurang efektif dan tidak memberikan dampak yang berkepanjangan bagi alam itu sendiri.

"Tetapi jika dilakukan berkelanjutan, terus menerus, maka alam akan semakin terjaga, dan upaya-upaya untuk mengembalikan fungsi-fungsi alam sendiri menjadi lebih terasa dan berdampak. Oleh karena itu pengelolaan dan menjaga alam itu harus terus menerus, konsisten," tegas Zamroni.

Aksi mengolah sampah, kata Zamroni, sebaiknya diawali dengan pengurangan potensi-potensi munculnya sampah. Karena sampah dapat mencemari air.

"Tidak bisa sembarangan mengolah sampah jika tidak juga dilakukan upaya-upaya pengurangan potensi muncul dan bertambahnya sampah. Kalau sekarang hanya sebatas mengolah sampah, maka harus juga dideteksi kemungkinan munculnya potensi-potensi sampah yang bisa jadi bertambah. Karena sampah berbahaya bagi saluran air, sampah bisa mencemari air," ujar Zamroni.

Demikian juga dengan keberadaan air bersih, termasuk air hujan, saat ini, tambah Zamroni masyarakat harus diingatkan bahwa mengoptimalkan air masuk kedalam resapan tanah menjadi sangat penting sebagai satu di antara upaya menjaga ketersedian air.

Oleh karena itu menjaga dan merawat lingkungan, merawat alam, serta menjaga ketersediaan air wajib melibatkan segenap masyarakat serta dilakukan dengan terus menerus, berkelanjutan demi terjaganya berbagai potensi alam, diantaranya ketersediaan air.(tok/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.