KELANA KOTA

Hujan Mengguyur Taman Harmoni, 13 Wali Kota Anggota APEKSI Urung Tanam Pohon

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 22 Maret 2019 | 15:50 WIB
Awan cumulonimbus menggantung di atas Taman Harmoni yang terletak di kawasan Keputih Surabaya, Jumat (22/3/2019) siang. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Hujan lebat yang mengguyur Taman Harmoni Keputih sekitar pukul 15.00 WIB, mengurungkan 13 wali kota menanam pohon bersama, Jumat (22/3/2019). Tanam pohon yang sedianya menjadi agenda pembuka rangkaian acara Rakor Komwil IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-15 di Surabaya, diurungkan. Acara dialihkan di Gedung Siola Jl. Tunjungan.

Sejak pukul 14.30 WIB, awan cumulonimbus menggantung di kawasan Keputih Surabaya. Saat itu, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya dan seluruh peserta yang hadir di lokasi telah siap untuk menggelar acara seremonial penanaman pohon bersama. Tampak 13 pohon yang tertempel plakat masing-masing wali kota telah siap di lubang-lubang galian tanah di taman. Namun, tak berapa lama, hujan akhirnya turun.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya sebagai tuan rumah kemudian mengimbau lewat pengeras suara bahwa acara diurungkan digantikan plan B, yakni bergeser ke Siola.

"Mohon maaf, karena tidak memungkinkan kita buat plan B acara digeser ke gedung Siola," ujar Risma.


Sekadar diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV (RAKOR KOMWIL IV) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 15. Kegiatan ini diikuti oleh 13 kota anggota APEKSI wilayah IV. Terdiri dari Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Bima, Kota Kupang, Kota Mataram dan Kota Denpasar.

Rakor Komwil IV APEKSI ke-15 di Surabaya digelar mulai Jumat 22 Maret hingga Minggu 24 Maret 2019. Agenda utamanya penyusunan program kerja APEKSI Wilayah IV tahun 2020. (bid/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.