KELANA KOTA

Gazegaz Berbagi, Setelah Surabaya Bakal Keliling Indonesia

Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 22 Maret 2019 | 19:57 WIB
AR Hidayat Soekanta Brata Presdir Gazegaz, Prof Satya Arnantio ketua Dewan Pembina Yayasan GazLisa dan Hardiono Komisaris Independen PT Gazegaz. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Gazegaz Berbagi di Surabaya, digelar Jumat (22/3/2019) sebagai penanda awal bakal dilakukannya sejumlah kegiatan sosial lainnya di sejumlah kota lain di Indonesia. Kegiatan sosial kemanusiaan yang diagendakan juga di kota-kota lain di Indonesia.

Yayasan Gazegaz Peduli Bangsa (GazLisa) sebagai penggagas dan inisiator kegiatan didirikan para alumni Gazegaz Pasifik Internasional bersama sejumlah filantropi yang ingin memberikan dukungan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan termasuk pendidikan.

"Intinya kami memang ingin memberikan dukungan kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas hidup. Bisa jadi bekerjasama dengan berbagai yayasan, institusi atau perusahaan sserta komunitas yang mampu menjalankan program kerja Gazegaz Berbagi," terang Hardiono Komisaris Independen PT Gazegaz Internasional.

Pada kesempatan mengawali langkahnya, Gazegaz Berbagi di Surabaya menggelar launching Yayasan GazLisa serta pendantanganan kerjasama dengan Yayasan Galima SMADA 84 untuk menjalankan kerja sosial dan kemanusiaan.


Meningkatnya trend fintech di Indonesia, Gazegaz juga menjadwalkan bakal meluncurkan produk fintech yangdiharapkan mampu bersaing dan turut meramaiakan indsutri fintech tanah air. Mengahadirkan 8Pay (baca: fa-pay).

"Kami tentunya juga akan menggelar berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, tetapi kami juga terus memantau perkembangan ekonomi di tanah air. Industri fintech jug aakan kami rambah tetpai dengan terus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat luas," tambah Hardiono.

Terbukanya peluang pasar robotik di Indonesia juga menginspirasi Gazegaz untuk mengembangkan bisnis ke industri manufaktur dengan menggandeng PT Buana Cahayatama untuk ikut serta mengembagkan industri manufaktur di Indonesia.

"Kami berharap dukungan masyarakat luas, agar apa yang kami lakukan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terkait dengan berbagai aspek kehidupan. Kami berharap langkah awal ini akan memberikan makna besar bagi langkah-langkah kami selanjutnya di tengah masyarakat Indonesia," pungkas Hardiono.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.