KELANA KOTA

Khofifah Tegaskan Tak Pernah Ikut Campur Proses Rekrutmen di Kemenag

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:33 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat memberikan pernyataan di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/3/2019). Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubenur Jawa Timur membantah pernyataan Romahurmuziy alias Romy bahwa dia pernah merekomendasikan Haris Hasanudin sebagai Kakanwil Kemenag Jatim dalam seleksi jabatan di Kementgerian Agama.

Khofifah mengaku tidak pernah merekomendasi terkait proses rekrutment di Kementerian Agama. Terkait tuduhan Romy, Khofifah menegaskan tidak benar. Dia mengaku terakhir bertemu Romy itu saat pelantikan di Istana Negara.

"Sama sekali tidak benar, makanya teman-teman sebaiknya tanya sama mas Romy, saya takut ada orang yang mengatasnamakan saya," ujarnya di Gedung Negara Grahadi Jl Gubernur Suryo, Sabtu (23/3/2019).

Terkait kasus suap di Kementerian Agama ini, Khofifah siap memberikan penjelasan bila diperlukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Prinsipnya, Khofifah tetap mensupport apa yang dilakukan KPK dalam memberantas korupsi.

"Kita harus support, apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat. Komitmen kita untuk membangun pemerintahan yang bersih, komitmen kita menjaga bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan, saya rasa semua akan support itu, saya siap menyampaikan klarifikasi
," kata Khofifah.

Sebelumnya, Romahurmuziy (Rommy) membantah sangkaan suap jual beli jabatan yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagai legislator dan Ketua Umum partai politik, Rommy mengklaim hanya meneruskan rekomendasi siapa yang cocok mengisi posisi kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama di daerah.

Nama-nama yang disebut Romy sebagai pemberi rekomendasi itu adalah Khofifah Indar Parawansa Gubernur Provinsi Jawa Timur dan KH Asep Saifudin Halim Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto. Dua tokoh ini sudah memberikan bantahannya, dan keduanya juga siap memberikan klarifikasi ke KPK apabila dibutuhkan. (bid)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.