KELANA KOTA

Hujan Es di Pasuruan, Ini Penjelasan BMKG

Laporan Agustina Suminar | Senin, 25 Maret 2019 | 18:04 WIB
Hujan es terjadi di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (25/3/2019) sore. Foto: Makhmudin Mudin‎ via E100
suarasurabaya.net - Hujan es dilaporkan pendengar Radio Suara Surabaya terjadi di Bangil, Pasuruan pada Senin (25/3/2019) sore. Mengapa sampai terjadi hujan es?

Tony Setyawan Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya menjelaskan, bahwa hujan es bisa terjadi saat awan Cumulonimbus (CB) memiliki suhu udara dingin yang tinggi. Sehingga mempercepat terbentuknya kristal-kristal es saat awan terdorong ke atas melewati freezing level atau ketinggian dengan temperatur 0 derajat Celcius.

"Hujan es tersebut berasal dari awan Cumulonimbus (CB) yang sangat tinggi, sehingga suhu puncak awan diatas normal. Bisa terjadi karena proses konveksi," kata Setyawan.

Proses konveksi sendiri adalah proses pemanasan yang sangat kuat, sehingga jenis udara dingin mendesak udara hangat dan membentuk awan konvektif atau awan yang bertumpuk-tumpuk.


Saat butiran awan terus terdorong ke atas hingga melewati freezing level, maka butiran awan akan membeku. Jika awan masih terdorong keatas hingga mencapai -75 derajat Celcius, maka butiran es makin membesar dan terjadi proses tumbukan.

Jika butiran es relatif besar, maka gaya gesek udara dan suhu sekitar tak bisa mengikis es itu sendiri. Akibatnya, es akan turun ke bumi dengan masih berupa butiran es dan terjadilah hujan es seperti yang terjadi di Bangil, Pasuruan.

Menurut Setyawan, hujan es memang sering terjadi di masa transisi antara musim hujan dan kemarau.

"Memang hujan es relatif banyak terjadi pada musim transisi, penyebabnya adalah perbedaan suhu yang relatif besar antara jenis udara dingin dan jenis udara hangat sehingga terjadi micro front dingin," paparnya.(tin/ipg)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.