KELANA KOTA

Tabrakkan Mobil, Driver Online Lolos dari Perampasan

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 13 April 2019 | 19:24 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Seorang driver online di Surabaya menjadi korban percobaan perampasan mobil, Sabtu (13/4/2019). Peristiwa itu dialami Hendriansyah Saputra (38), sekitar sekitar pukul 03.30 WIB di kawasan Lakrsantri, yang berawal dari menerima orderan offline empat orang berambut gondrong di sekitar Surabaya Town Square (Sutos).

Kepada Radio Suara Surabaya, Hendri yang merupakan warga Karangpilang ini menceritakan, empat orang pelaku itu meminta untuk diantar ke daerah Lakarsantri. Mereka pun juga menentukan rute perjalanan yang harus dilewati, yang menurut Hendri kawasan itu sepi penduduk. Pelaku juga sempat mengajak mutar-mutar di daerah RS BDH.

Tepat di daerah Lakarsantri atau perbatasan Benowo, salah satu penumpang mengeluarkan air soft gun dan mengarahkannya ke kepala Hendri. Keempat orang itu pun juga mengancam akan membunuh Hendri, dan memaksa agar mobil diserahkan kepada mereka.

"Saya diancam, intinya mobil ini mau diambil sama mereka. Kalau tidak, nanti saya mati. Maaf mereka itu logatnya kayak Madura. Sambil nyetir, saya mencoba melawan dan air soft gun itu terus jatuh di kaki saya. Terus saya dipukuli habis-habisan sama mereka," kata Hendri.

Penganiayaan terhadap Hendri itu berlangsung sekitar 30 menit. Hingga akhirnya, Hendri nekat menabrakkan mobilnya ke sebuah bangunan kosong sambil membunyikan klakson. Sontak, mobil itu berhenti dan klakson mobil masih terus berbunyi.

Karena khawatir dikepung warga, empat orang pelaku itu keluar dari mobil dan kabur. Sementara Hendri masih berusaha meminta pertolongan lewat klakson yang terus ia bunyikan. Akibat kejadian ini, Hendri mengalami luka lebam di bagian wajah dan kepala bagian belakang.

"Mereka kabur ke perkebunan pisang. Keadaan itu sepi, tidak ada yang lewat. Terus saya telfon teman saya untuk minta bantuan. Yang diambil cuma dompet, tapi isinya hanya uang saja. Ciri-ciri mereka, rambutnya gondrong semua, salah satunya ada yang panjang sampai se pinggang. Terus tubuhnya gempal, dan usianya kisaran 38-39 tahun," jelasnya.

Hendri mengaku sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Senjata air soft gun milik pelaku yang terjatuh di mobilnya, juga telah diamankan oleh polisi. Saat ini, Hendri masih menjalani perawatan akibat luka lebam yang dideritanya.

"Saya berpesan untuk teman-teman saya, terutama driver online agar tidak terima orderan offline. Takutnya kayak saya. Ini pertama kalinya saya menerima offline dan langsung kejadian. Ke depan saya tidak akan mengulanginya," ujarnya. (ang/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA