KELANA KOTA

Akhir Bulan Ini, Bus AKDP Surabaya-Malang Pakai Sistem Nontunai dan Aplikasi

Laporan Denza Perdana | Senin, 15 April 2019 | 18:50 WIB
Dishub Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan PT. Transtek Solusi Semesta (Transtek) akan menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk Bus Antar Kota Dalam Provinsi Jurusan Surabaya-Malang mulai akhir April 2019 ini. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan PT. Transtek Solusi Semesta (Transtek) akan menerapkan sistem pembayaran nontunai untuk Bus Antar Kota Dalam Provinsi Jurusan Surabaya-Malang mulai akhir April 2019 ini.

Arifin Imanadji Sekretaris Dishub Jatim mengatakan, sistem nontunai untuk Bus AKDP ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Semangatnya, agar angkutan darat mulai menerapkan sistem nontunai seperti angkutan lain.

"Kereta api sudah, pesawat sudah. Nah, Jatim memulai dengan layanan bus nonekonomi jurusan Surabaya-Malang. Alhamdulillah, Transtek bisa bergabung," ujarnya dalam sebuah kegiatan di salah satu hotel di Surabaya.

Isa Anshori Kabid Lalu Lintas Jalan Dishub Provinsi Jatim mengatakan, sistem nontunai dan aplikasi daring yang akan diterapkan untuk 10 Perusahaan Otobus (PO) yang melayani trayek Surabaya-Malang ini akan menjadi pilot project.

"Kami berharap, ke depan akan diadopsi oleh provinsi lainnya," kata Isa.

Adi Soewandibio Direktur Transtek menjelaskan, untuk menjalankan sistem nontunai ini Transtek bekerja sama dengan PT Digiasia Bios, perusahaan startup di bidang teknologi keuangan dan industri digital.

"Kami akan menyelaraskan mekanisme sistem nontunai ini dengan visi-misi Pemprov Jatim. Untuk tahap awal sistem pembayaran Transtek ini akan menerapkan tiga cara pembayaran untuk trayek AKDP Surabaya-Malang," ujarnya.

Selain pembayaran dengan kartu uang elektronik, Transtek menerapkan pembayaran melalui aplikasi dalam jaringan. Selain itu, pada tahap awal penerapan sistem baru pembayaran untuk Bus AKDP ini juga masih menerima tunai.

"Perlu waktu membiasakan masyarakat pakai uang elektronik. Masih kami terima cash, tapi penerapannya kami tap-kan. Ke depan, kami harap masyarakat terbiasa, sehingga tidak ada lagi uang tunai di terminal," katanya.

Adi mengatakan, program nontunai ini sudah siap dijalankan. Menurutnya, sistem pembayaran dengan elektronik sudah siap dan aplikasi daring juga sudah bisa diunduh di toko aplikasi telepon pintar. Menurutnya, akhir bulan April sudah bisa berjalan.

"Saya kira, akhir bulan ini sudah bisa jalan. Kami mungkin akan membuat soft launching-nya," ujarnya.(den/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.