KELANA KOTA

Kronologi Pembunuhan Mayat Dalam Koper, Cekcok Selepas Kencan Berujung Mutilasi

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 15 April 2019 | 17:47 WIB
Azis Prakoso (dua dari kiri) dan Aris Sugianto (dua dari kanan) saat konferensi pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polisi masih melengkapi penyidikan motif pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper. Konflik asmara sesama jenis belum sepenuhnya menjadi motif tunggal, sebab ada perselisihan uang sebelum pembunuhan terjadi.

Brigjen Toni Harmanto Wakapolda Jatim mengatakan, antara tersangka Aris Sugianto (34) dan korban Budi Hartanto (28) memang ada hubungan sepasang kekasih. Keduanya sudah empat kali berhubungan sesama jenis. Aris sering memberi uang ke Budi usai berhubungan antara Rp100 sampai Rp200 ribu.

"Kesepakatan tadi sudah saya sampaikan ini sudah kali keempat, ini kali keempat dan nyawa korban dihilangkan tersangka," kata Toni saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).

Toni mengatakan, usai kencan sebelum peristiwa pembunuhan, Aris mengaku tak memiliki uang untuk diberikan kepada Budi. Akhirnya, sempat terjadi cekcok di warung milik Aris dan berujung pembunuhan.

Kombes Gupuh Setiyono Direskrimsus Polda Jatim menambahkan, karena tuntutan Budi terus meminta uang, Aris akhirnya keluar dari warungnya untuk meminjam uang kepada temannya Azis Prakoso (23). Azis yang saat itu berada di warung, mengaku tak memiliki uang. Melihat Azis tak punya uang, Aris marah-marah, bahkan Azis yang mengingatkan pun tak digubris oleh Aris.

Lantaran kekasihnya tak memberikan uang, Budi pun marah-marah dan memaki Aris. Mendengar cekcok Aris dan Budi, Azis pun mendatangi keduanya dan menegur. Tetapi Budi langsung menampar Azis karena dirasa turut campur urusan mereka, dan dibalas tamparan kembali oleh Azis.

Karena sudah emosi, Budi mengambil parang yang terletak di warung kopi untuk menyerang Azis, tapi gerakan Budi berhasil ditangkis dan Aziz merebut parang tersebut. Lalu, parang itu disabetkan berkali-kali ke Budi hingga mengenai leher dan punggung.

"Korban mengambil pisau tergeletak di kursi di luar diayunkan ke Aziz, lalu ditangkis, direbut Aziz dan menyabetkan ke lengan kiri Budi. Korban teriak dianiaya sampai tertelungkup dan di situ dilakukan pembacokan berkali-kali oleh saudara Azis dibantu oleh Aris," kata Gupuh.

Setelah korban meninggal, baru lah korban dimasukkan ke dalam koper. Sebelumnya, kedua pelaku sempat membersihkan darah pada korban dan melepas baju korban. Saat proses memasukkan ke koper, ternyata tidak cukup maka diputuskan untuk memutilasi korban.

"Pada saat sudah meninggal dunia itu dimasukkan ke koper namun tidak cukup dikeluarkan lagi, lalu Aris mendorong di potong saja kepalanya," kata Gupuh. (bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.