KELANA KOTA

350 Los di Pasar Lawang Ludes Terbakar, Bunga Api Masih Bermunculan di Lokasi

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 18 April 2019 | 09:34 WIB
Situasi sekarang di pasar Lawang, api masih belum padam. Pedagang juga banyak yang mengevakuasi barang dagangannya. Foto: ‎Djoko Dwi Irwanto‎ via e100
suarasurabaya.net - Sebanyak 350 los (lapak disekat kecil-kecil) di lantai 2 Pasar Lawang, Malang ludes terbakar sejak Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kompol Gaguk Sulistyo Budi Kapolsek Lawang mengatakan, informasi awal kebakaran terjadi Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 20.00 WIB dan api baru bisa dipadamkan pada Kamis (18/4/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.

"Data dari petugas pasar, kalau lantai 2 yang terbakar itu ada sekitar 350 lapak kecil-kecil yang disekat-sekat," kata Gaguk pada Radio Suara Surabaya.

Gaguk menjelaskan, api diduga muncul pertama kali dari bagian tengah lantai 2 pasar. "Semalam ada 13 unit mobil PMK yang membantu pemadaman dari berbagai jajarann dari Lawang, Singosari, Pemkab Malang, Pemkot Malang, Bentoel semua membantu," katanya.


Dugaan sementara terkait penyebab masih belum dipastikan karena sampai saat ini tim Labfor belum bisa masuk ke lokasi.

"Tim Labfor masih belum bisa masuk ke lokasi karena masih ada beberapa bunga api yang muncul di lokasi kebakaran," ujar dia.

Sampai saat ini, lanjut dia, 2 unit mobil PMK dari Pemkab Malang masih melanjutkan proses pembasahan di lokasi kebakaran.

"Mohon waktu untuk data-data yang lain karena petugas kami juga sedang ada pergeseran tugas setelah kemarin pengamanan Pemilu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, api berkobar terlihat dari sekitar Pasar Lawang, Malang, Rabu (17/4/2019) malam. Ananda Maharani reporter Suara Surabaya melaporkan, melihat api berkobar besar dan asap tebal muncul dari arah tengah pasar tapi masih belum ada PMK di lokasi. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.