KELANA KOTA

Pascakebakaran, Ada Perubahan Layanan Domestik di Bandara Ngurah Rai Bali

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 20 April 2019 | 07:25 WIB
Petugas berada di sekitar lokasi kebakaran yang terjadi di kawasan Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (19/4/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pascakebakaran yang terjadi di terminal keberangkatan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Jumat (19/4/2019) kemarin, beberapa arus pelayanan check in keberangkatan domestik diarahkan ke terminal keberangkatan internasional.

Haruman Sulaksono GM Angkasa Pura 1 Bandara Ngurah Rai Bali kepada Radio Suara Surabaya pada Sabtu (20/4/2019) mengatakan, alur check in penumpang di terminal domestik yang dapat digunakan hanya untuk penumpang maskapai Garuda, Citilink, Nam Air dan Sriwijaya Air. Sedangkan sisanya akan dialihkan ke check in terminal keberangkatan internasional.

Untuk membantu penumpang memahami perubahan alur check in tersebut, pihaknya akan menyediakan rambu-rambu dan petugas yang bersiap di sekitar lokasi.

Menurut Haruman, proses perbaikan di terminal keberangkatan domestik ini akan berlangsung hingga tiga hari kedepan.


"Kami memerlukan waktu perbaikan 3 hari, nanti akan pulih kembali setelah 3 hari proses recovery terminal," ujarnya.

Haruman menjelaskan, bahwa sesungguhnya sumber api tidak terlalu besar. Namun karena adanya dampak kepulan asap yang cukup tinggi dan memenuhi ruangan, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan penumpang.

Diduga, sumber titik api berasal dari panel kelistrikan yang terhubung dengan alat yang mendukung proses check in dan penerangan di area domestik. Namun pihak Angkasa Pura dan kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber dari kebakaran yang terjadi Jumat kemarin.

"Menurut historis, (bandara, red) Ngurah Rai terakhir renovasi pada 2015, dalam progresnya ada kegiatan-kegiatan terkait pelayanan publik seperti pemasangan ATM Center. Barangkali ini menjadi beban tersendiri bagi panel listrik yang barangkali juga berkontribusi dalam kejadian kemarin," papar Haruman.

Bandara Ngurah Rai sendiri merupakan salah satu bandara tersibuk ketiga di Indonesia setelah bandara Soekarno-Hatt dan Juanda di Surabaya. Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani sekitar 24.000 penumpang domestik dan 34.000 penumpang di terminal internasional setiap harinya.

Untuk itu, Haruman mengatakan pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi seperti penempatan personil, rambu-rambu dan kompensasi sampai proses perbaikan bandara selesai.

"Kami menempatkan petugas-petugas di lapangan untuk proses yang sementara dalam kurun waktu 3 hari. Sehingga flow (pelayanan, red) bisa berjalan lancar karena kami mengutamakan keselamatan penumpang," imbuh Haruman.(tin/ipg)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA