KELANA KOTA

Rekayasa Vegetasi Bisa Jadi Solusi Alternatif Selamatkan Hutan dan Gunung

Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 20 April 2019 | 14:00 WIB
Amien Widodo Pakar Geologi ITS dalam diskusi Hari Bumi di ITS, Surabaya pada Sabtu (20/4/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Amien Widodo Pakar Geologi ITS mengatakan, rekayasa vegetasi dapat menjadi solusi alternatif untuk menyelamatkan hutan dan gunung dari bencana banjir dan longsor. Berbicara dalam diskusi Hari Bumi di ITS, Surabaya pada Sabtu (20/4/2019), ia menyarankan pemerintah agar melakukan rekayasa vegetasi selain terus melakukan reboisasi.

"Jadi yang ditanam di situ adalah stek yang bisa tumbuh di sana. Kita masukkan 2/3 ke dalam tanah, 1/3 muncul. 2/3 di sepanjang itu tadi akan muncul akar yang akan mengikat tanah itu, memperkuat tanah. Kalau itu banyak, terus kemudian dicampuri dengan reboisasi. Kalau reboisasi itu kan bisa diinjak, kecil. Kalau yang ini, yang sudah ditanam ini njabutnya (mencabutnya, red) susah," ujar Amien ketika ditemui di Kampus ITS, Surabaya pada Sabtu (20/4/2019).

Ia mengaku, metode rekayasa vegetasi seperti itu belum pernah ia lihat di Indonesia. Ia juga menyarankan, pemerintah dapat meningkatkan perekonomian warga dengan menanam stek yang berkaitan dengan buah-buahan. Sehingga dapat dimanfaatkan penduduk yang selama ini telah menggarap tanah di tempat tersebut.

Menjelang Hari Bumi, ia juga berharap daerah puncak bukit dapat difungsikan hanya sebagai hutan saja. Ia meminta agar daerah tersebut tidak dicampuri fungsinya sehingga ketika hujan turun, bisa langsung meresap ke tanah dan dapat menyuplai air bagi sungai-sungai yang ada disekeliingnya. (bas/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.