KELANA KOTA

Mengenal Kawasan Pabean yang Jadi Pilihan Eksplorasi Gerakan Suroboyo Mbois

Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 21 April 2019 | 09:48 WIB
Gerakan Suroboyo Mbois memilih Kawasan Pabean, Surabaya sebagai destinasi jalan-jalan ketiganya, setelah Peneleh dan Kapasan pada Minggu (21/4/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Gerakan Suroboyo Mbois memilih Kawasan Pabean, Surabaya sebagai destinasi jalan-jalan ketiganya, setelah Peneleh dan Kapasan pada Minggu (21/4/2019).

Kuncarsono Prasetyo Inisiator Gerakan Suroboyo Mbois mengatakan, Pabean yang memiliki sejarah panjang perdagangan di masa lalu, memiliki banyak tempat ikonik dan eksotik untuk dijelajahi.

Sebanyak 200-an warga Surabaya bersama-sama menjelajahi kawasan Pabean seperti Menara Syahbandar Kalimas, Pasar Pabean, dan gang-gang kuno. Kuncarsono menyebut, tak banyak orang yang mengetahui tempat-tempat ini sehingga perlu diperkenalkan.

"Kalau kita ngomong Surabaya sebagai kota perdagangan, tidak lepas dari Pabean. Pabean ini kemudian menjadi berkembang. Ada pasar namanya Pasar Pabean. Ini diawali kata pajak, bea. Ini kawasan timur asing. Sampai tahun 1900-an dikatakan ini sebagai kampung melayu, Malay Camp," ungkapnya ketika ditemui di kawasan Pabean, Surabaya pada Minggu (21/4/2019).


Kuncarsono mengaku, acara bertajuk Explorek yang rutin menggelar jalan-jalan dan hunting foto bersama tiap dua minggu sekali di akhir pekan adalah upaya Gerakan Suroboyo Mbois membangun gerakan untuk mencintai Surabaya lebih intim.

"Semangatnya adalah mengkolaborasikan semua potensi kreatif warga kota, yang melahirkan ekosistem kreatif bersama," kata Kuncar.

Ia berharap, gerakan ini bisa terus dilaksanakan dan menjadi mimpi bersama warga atas kotanya. Ia berharap, kawasan-kawasan di Surabaya bisa lebih tereksplorasi lewat gerakan ini. (bas/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.