KELANA KOTA

Pengamanan Pasca Pemilu Diperketat, Personel Polisi Cek Kesehatan Agar Tetap Prima

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 21 April 2019 | 10:56 WIB
Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim. Foto: dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pengamanan pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 akan semakin diperketat, terutama pada proses rekapitulasi suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Ini disampaikan Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim kepada Radio Suara Surabaya, Minggu (21/4/2019).

Dengan demikian, lanjut dia, para personel yang ditugaskan tentunya mendapat perhatian khusus. Salah satunya pemeriksaan rutin dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim. Tak hanya diperiksa kondisi tubuhnya, para abdi negara ini juga diberikan vitamin agar kondisi mereka tetap prima selama menjalankan tugas penjagaan.

"Itu sudah kita lakukan. Dokkes kita, memastikan bahwa dalam jangka waktu tertentu memeriksakan anggota yang bertugas. Lalu dikasih vitamin juga. Kesehatan anggota tetap jadi perhatian kami," kata dia.

Terkait beberapa anggotanya yang gugur saat tugas penjagaan di TPS kemarin, Barung mengatakan bahwa pihaknya juga sudah melakukan standarisasi yang sama. Pemeriksaan rutin ini akan terus dilakukan hingga pengumuman hasil akhir pada 22 Mei mendatang.


Selama bertugas, akan diberlakukan rolling atau pergantian tim. Sehingga, polisi yang sudah bertugas akan ditarik dan diganti dengan anggota lainnya untuk melakukan pengamanan selanjutnya.

"Ketahanan fisik setiap anggota itu kan berbeda-beda. Tapi yang jelas, kami sudah melakukan standarisasi pemeriksaan, atau pemberian vitamin kepada semua anggota. Untuk anggota kami yang gugur kemarin, Kapolri telah memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi," kata dia. (ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.