KELANA KOTA

ASI Eksklusif Bagian Emansipasi Kartini Masa Kini

Laporan Denza Perdana | Minggu, 21 April 2019 | 15:54 WIB
Puluhan ibu datang ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Putri di Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya, untuk menghadiri pertemuan Ibu Menyusui yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini 2019, Minggu (21/4/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Puluhan ibu bersama anak dan suaminya datang ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Putri di Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya, untuk menghadiri pertemuan Ibu Menyusui yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kartini 2019, Minggu (21/4/2019).

Setidaknya ada 50 perempuan, yang sebagian besar di antaranya adalah ibu menyusui atau ibu yang sedang mengandung bayinya, yang mengikuti kegiatan ini untuk mendapatkan pengetahuan baru dari kedua narasumber yang hadir di acara itu.

Dua pembicara itu, Dr. dr. Hj. Risa Etika Sp. A (k), Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Konselor ASI, juga dr Sianty Dewi Sp. OG, Dokter Spesialis Obgyn atau Kandungan. Keduanya menjadi narasumber dalam dialog "ASI Sebagai Fondasi Kehidupan."

"Sejak awal RSIA Putri berdiri, ini RSIA pertama sebelum RSIA lainnya bermunculan, konsepnya mendorong ASI (air susu ibu) eksklusif. 2019 ini, pengen-nya, (susu) formula tidak ada lagi," kata dr. Risa Etika kepada suarasurabaya.net, Minggu (21/4/2019).


Maksudnya, Dosen di Fakultas Kedokter Unair bagian Anak ini berharap, tidak ada lagi ibu-ibu yang mengandalkan susu formula untuk asupan makanan bagi bayinya. Banyak kelebihan ASI eksklusif daripada susu formula.

"Terutama saat ASI eksklusif itu bonding-nya. Ketika menyusui, ibu itu menyalurkan cintanya kepada anaknya, mengajarkan asah, asih, asuh kepada putra-putrinya sehingga mereka mampu mencintai sesama," ujar dr. Risa.

Dokter yang juga merupakan konsultan dan konselor ASI itu menegaskan kembali, pemberian ASI eksklusif bagi bayi adalah bagian dari emansipasi perempuan di masa kini. Wujudnya, selain perempuan bisa bekerja di berbagai bidang, telah banyak ruang laktasi yang tersedia.

"Setelah Habis Gelap Terbitlah Terang-nya Ibu Kartini, perempuan sekarang sudah menikmati hasilnya. Menjadi lebih dihargai, terutama oleh pasangannya, atau suaminya. Dan ASI eksklusif ini adalah bagian dari bentuk penghargaan itu," katanya.

Ini bisa dilihat dalam pertemuan di RSIA Putri yang berlangsung sejak Minggu pagi itu. Sejumlah laki-laki, suami para ibu menyusui yang sedang belajar tentang pentingnya ASI eksklusif turun tangan menjaga putra-putri mereka.

Sebagaimana diyakini RA Kartini, perempuan dan ibu berperan sangat besar dalam meninggikan derajat dan budi pekerti manusia. Dari perempuan, manusia mendapat pendidikan pertamanya. Dari ibu mereka belajar merasa, berpikir, dan berkata.

"ASI ini menjadi bagian dari peranan ibu yang sangat besar, yang turut menentukan masa depan putra-putri mereka. Coba, ASI itu imunisasi pertama yang melindungi bayi dari penyakit seperti pencernaan dan pernafasan," katanya.

Kandungan ASI, kata Risa, salah satunya zat imunoglobulin A atau antibodi A yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan pencernaan bayi. Risa menyebutkan, kalau ditanya, apa imunisasi pertama bagi bayi, dia menyebut dengan tegas: ASI.(den/tin)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.