KELANA KOTA

PT KAI Daop 7 Madiun Tetapkan Tarif Khusus yang Lebih Murah

Laporan Agustina Suminar | Senin, 22 April 2019 | 19:43 WIB
Sejumlah penumpang menggunakan jasa kereta api di Stasiun Madiun. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menjual tiket KA bertarif khusus untuk beberapa perjalanan KA dengan relasi tertentu yang melintas di wilayahnya dengan harga lebih murah lagi.

Ixfan Hendri Wintoko Manajer Humas Daop 7 Madiun, Senin (22/4/2019) mengatakan, layanan tersebut berlaku terhitung mulai 22 April 2019.

"Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan kereta api yang aman dan nyaman," ujar Ixfan dilansir Antara.

Adapun tarif khusus tersebut diberikan di beberapa KA dan beberapa relasi dengan jarak pendek/menengah. Hal itu, mengingat di Daop 7 Madiun selama ini untuk relasi dari Solo-Madiun, Madiun-Jombang, dan Madiun-Kediri/Tulungagung/Blitar belum diakomodasi dengan KA lokal.


"Kalau di Yogyakarta Daop 6 ada KA Prambanan Express, di Jakarta ada Kereta Rel Listrik, dan Surabaya ada KA Komuter," kata dia dilansir Antara.

Ia menjelaskan, sebetulnya di Daop 7 sudah ada KA lokal Dhoho, Penataran, dan KRD. Namun perjalananya hanya berputar dari Blitar ke Surabaya lewat Kertosono PP untuk KA Dhoho. Kemudian Blitar ke Surabaya lewat Malang PP untuk KA penataran, dan KRD hanya relasi Kertosono ke Surabaya PP lewat Jombang.

Untuk pelanggan dari arah Solo ke Madiun dan Madiun ke Jombang/Blitar belum terlayani dengan KA lokal. Tetapi telah diberikan tarif khusus untuk KA komersial tertentu. Sebagai contoh KA Bangunkarta relasi Madiun-Surabaya Gubeng diberikan tarif khusus sebesar Rp100.000.

"Tarif khusus itu berlaku sama untuk pelanggan yang tujuan dari Madiun ke Jombang yang mencapai Rp100.000. Sehingga calon penumpang berasumsi lebih diuntungkan pelanggan dengan tujuan Surabaya," jelas Ixfan.

Dengan pemberlakuan tarif khusus jarak menengah/pendek tersebut, memungkinkan masyarakat untuk membayar tiket dengan tarif lebih rendah lagi dari tarif sebelumnya.

Adapun tarif khusus yang diberikan oleh KAI bagi KA yang melintas di wilayah Daop 7 Madiun adalah KA Bangunkarta untuk jurusan Madiun-Solo dan Madiun-Jombang hanya dikenai tiket Rp70 ribu. Sedangkan relasi Jombang-Surabaya hanya Rp40 ribu per orang.

Kemudian KA Bima, relasi Madiun-Solo dan Madiun-Jombang hanya dikenakan tiket Rp70 ribu per orang dan relasi Jombang-Surabaya Gubeng hanya Rp40 ribu per orang. Hal yang sama berlaku untuk relasi dan KA Turangga dan Argo Wilis.

KA Mutiara Selatan, relasi Madiun-Solo untuk tiket eksekutif dikenai Rp70 ribu per orang, Bisnis Rp50 ribu, dan ekonomi Rp40 ribu per orang. Tiket yang sama untuk jurusan Madiun-Jombang. Sedangkan jurusan Jombang-Surabaya Gubeng untuk eksekutif hanya Rp40 ribu, bisnis Rp30 ribu, dan ekonomi Rp20 ribu per orang.

"Untuk tarif KA Ranggajati, Malabar, dan Wijaya Kusuma, sama dengan KA Mutiara Selatan. Demikian juga dengan KA Gajayana untuk jurusan Madiun-Solo dan Madiun-Blitar Rp70 ribu per orang untuk ekskutif," kata Ixfan.

Lalu KA Malioboro Exspress, Madiun-Solo dan Madiun-Blitar eksekutif Rp70 ribu. Sedangkan tiket bisnis sebesar Rp40 ribu per orang. KA Singasari, Madiun-Blitar eksekutif Rp70 ribu per orang, Rp50 ribu untuk bisnis, dan Rp40 ribu untuk ekonomi. Harga yang sama untuk jurusan Madiun-Purwosari, Solo.

Tiket dengan tarif khusus ini bisa dibeli oleh penumpang mulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan KA melalui loket "Go Show" di stasiun atau melalui aplikasi KAI "Access". Tentu selama persediaan kursi masih ada.

"Melalui layanan promo ini, KAI memberikan tarif yang lebih murah bagi penumpang yang menggunakan KA tertentu pada rute-rute yang telah ditentukan," tambahnya.

Ixfan berharap, dengan pemberian tarif khusus yang lebih bervariasi tersbut dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pelanggan KA jarak menengah/pendek wilayah Daop 7 Madiun. Sehingga moda transportasi KA menjadi pilihan utama dan semakin dicintai pelanggannya.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.