KELANA KOTA

BMKG: Sebagian Wilayah Jatim Memasuki Musim Kemarau

Laporan Agustina Suminar | Senin, 22 April 2019 | 21:40 WIB
Prakiraan cuaca di wilayah Jatim. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo menyatakan sebagian wilayah di Provinsi Jawa Timur sudah mulai memasuki musim kemarau pada akhir April 2019.

Teguh Tri Susanto Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda di Sidoarjo, Senin (22/4/2019), mengatakan saat ini sebagian wilayah Jatim memang sudah masuk musim kemarau dan sebagian lagi masih peralihan dari hujan ke kemarau.

"Saat ini sebagian memang sudah masuk musim kemarau," katanya dilansir Antara.

Ia mengemukakan, untuk wilayah yang memasuki musim kemarau, di antaranya di wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik Jombang dan juga Mojokerto.


"Selain itu juga ada Kabupaten Probolinggo, Bondowoso dan juga Jember," ucapnya.

Ia menjelaskan, namun demikian masih ada beberapa wilayah yang masuk musim peralihan saat ini, di antaranya adalah Nganjuk, Kediri, Trenggalek dan juga di Pacitan.

"Selain itu, khusus untuk wilayah Lumajang sisi selatan dan juga sebagian Banyuwangi baru akan memasuki musim kemarau pada awal Mei 2019," katanya.

Ia menjelaskan, seperti yang peringatan dini sebelumnya, pada peralihan musim seperti ini pihaknya selalu memperingatkan kemungkinan terjadinya hujan sesaat disertai dengan angin kencang.

"Hal ini merupakan kondisi yang normal di saat terjadinya peralihan musim, baik itu dari musim hujan ke kemarau ataupun dari musim kemarau menuju ke musim hujan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya selalu memperingatkan kepada berbagai pihak terkait adanya kemungkinan terjadinya potensi bencana alam terkait dengan fenomena tersebut.

"Intinya masyarakat juga bisa lebih waspada serta mengenali perubahan musim yang ada di lingkungannya itu," katanya.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.