KELANA KOTA

Pemilu Under Pressure, Sebabkan Tingginya Potensi Gangguan Jiwa

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 23 April 2019 | 10:55 WIB
Ilustrasi. Grafis: Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tidak sedikit para calon legislatif (caleg) mengalami gangguan kejiwaan karena gagal lolos di Pileg.

Dr Hendro Riyanto SpKJ psikiater Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mengatakan, hal ini bisa terjadi terhadap seseorang memiliki harapan yang besar sekaligus dalam kondisi dibawah tekanan. Apalagi saat ini, lanjutnya, stres tidak hanya beresiko dialami para caleg, tapi juga petugas pemilu.

"Kalau melihat kejadian beberapa hari ini, saya kira tidak cuma caleg, petugasnya juga under pressure. Mereka stres karena sampai hari ini belum ada keputusan apakah diulang atau dihitung kembali. Hal itu membuat mereka mendapat tekanan seolah-olah tugasnya tidak selesai-selesai, apalagi si caleg," kata dr Hendro kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (23/4/2019).

Menurutnya, gangguan stres di Indonesia tergolong cukup tinggi dengan adanya peningkatan 15-20 persen. Ditambah dengan adanya pemilu. Karena itu pihaknya bersama RSJ Menur menyatakan kesiapan jika nantinya akan ada penambahan pasien dengan gangguan mental pasca pemilu kali ini.


Agar terhindari dari gangguan kejiawaan, dr Hendro mengajak semua masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap kesehatan mental. Menurut dr Hendro, gangguan mental sama pentingnya dengan penyakit fisik. Jika depresi ringan dibiarkan terus terjadi, maka depresi akan terus berlanjut dan penanganannya semakin sulit.

"Kita berikan edukasi terus, agar masyarakat dapat mendeteksi diri mereka sendiri. Jika ada perubahan dalam proses berpikir atau emosi yang berubah, maka segera lakukan check up dengan inisiatif sendiri. Apalagi depresi ringan jika dibiarkan akan semakin sulit diatasi," ujarnya.

Dr Hendro menyebut, ada tiga ciri-ciri adanya depresi yang harus diperhatikan sejak dini. Pertama adalah perubahan proses berpikir dan kedua adalah emosi. Ketidakstabilan emosi terlihat jika seseorang menjadi murung, sedih, susah, tidak semangat ataupun mudah marah.

Sedangkan ciri-ciri ketiga adalah perubahan perilaku. Seseorang perlu waspada jika mulai ada perubahan perilaku menjadi lebih impulsif, marah yang disertai dengan tindakan berbahaya, bahkan perubahan perilaku yang membuat seseorang itu menjadi diam dan tidak melakukan apapun. (tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA