KELANA KOTA

27 Jam Bertugas, Ketua KPPS Kapas Madya Baru Meninggal Kelelahan

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 24 April 2019 | 18:20 WIB
Jenazah Ketua Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 13 Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari saat disemayamkan di rumah duka. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan Pemilu 2019. Ketua Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 13 Kelurahan Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari meninggal dunia.

Sunaryo (58) warga RT 14 RW 1 Kapas Madya Baru ini meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji setelah beberapa hari diopname. Dugaan awal, penyebabnya karena kelelahan karena setelah menjalankan tugas 27 jam di TPS sampai mengantar kotak suara ke kelurahan.

Hanif Arifinanda putra tunggal almarhum Sunaryo mengatakan, bapaknya mengawal pemungutan suara dan penghitungan Rabu 17 April mulai pukul 07.00 WIB sampai hari Kamis 18 April sekitar pukul 10.00 WIB.

Setelah mengawal proses pemilu 27 jam itu, Sunaryo hanya istirahat 1 jam di rumah lantas melanjutkan dinas mengajar di SDN Ploso 5 Surabaya sampai pukul 17.00 WIB.


Kondisi fisik Sunaryo lalu drop, dia muntah-muntah dan pada Jumat 19 April diantar ke RS dr Soewandi tapi diperbolehkan pulang untuk obat jalan. Lalu, setelah tidak ada perkembangan keluarga kemudian membawa Sunaryo ke RSU Haji Sukolilo. Kondisi Sunaryo memburuk hingga kemudian Senin (21/4/2019) masuk ICU dan Rabu 24 April pukul 15.03 WIB Sunaryo menghembuskan napas terakhirnya.

"Bapak muntah-muntah keluar keringat dingin awalnya. Karena muntah ini lalu ada dahak yang mengakibatkan ada gangguan nafas," katanya menceritakan kepada beberapa Perangkat Kecamatan saat takziah di rumah duka.

Duka mendalam tidak hanya dirasakan Munasri istri alm Sunaryo dan Hanif anak semata wayang Sunaryo. Tapi, tetangga dan petugas KPPS, PPS, PPK hingga Camat merasa terpukul.

Ridwan Mubarun Camat Tambaksari begitu mendapat kabar duka ini langsung meluncur ke rumah duka. Dia berharap, kejadian ini menjadi pelajaran. Proses rekapitulasi di kecamatan masih panjang. Para petugas harus menjaga kondisi.

"Saya selalu kontrol di tempat rekapitulasi Tambaksari, kalau ada petugas tensinya tinggi langsung saya perintahkan istirahat. Saya juga mengimbau kepada seluruh petugas jaga kesehatan," katanya. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.