KELANA KOTA

Pelaksana Program Asuh, STIE Perbanas Satu-satunya Kategori Sekolah Tinggi

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 24 April 2019 | 19:47 WIB
Pelaksanaan lokakarya program asuh digelar di kampus STIE Perbanas Surabaya. Foto: Humas STIE Perbanas Surabaya
suarasurabaya.net - Dari perguruan tinggi yang ditetapkan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti No. 74/B/HK/2019 tentang Perguruan Tinggi Penerima Program Asuh Menuju Program Studi Unggul, STIE Perbanas Surabaya menjadi satu-satunya kategori Sekolah Tinggi.

Guna membantu program tersebut, Pusat Penjaminan Mutu (PPM) STIE Perbanas Surabaya mengadakan Lokakarya Pengembangan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Rabu (24/4/2019) dan Kamis (25/4/2019).

Bertempat di Ballroom Hotel Gunawangsa Merr Surabaya, acara ini diperuntukkan bagi kampus asuhan STIE Perbanas Surabaya, yaitu Universitas Bondowoso, Universitas NU Sidoarjo, Universitas K.H. A. Wahab Hasbullah Jombang, dan Universitas NU Sunan Giri Bojonegoro.

Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., Ketua STIE Perbanas Surabaya, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini dijadikan media diskusi bersama untuk meningkatkan mutu setiap perguruan tinggi, sekaligus diharapkan sarana ini menjadi ajang memberikan masukan seperti pada SPMI.


"Sebenarnya kita bersama-sama belajar mengembangkan mutu dengan baik melalui konsep SPMI. Jadi, pasti akan ada masukan dari kami (STIE Perbanas Surabaya) kepada perguruan tinggi asuhan. Begitu sebaliknya, jika ada masukan kami akan terima dalam rangka peningkatan mutu perguruan tinggi," terang Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si.

Lebih dari 30 perwakilan yang terbagi 4 kampus asuhan mengikuti lokakarya tersebut. Mereka pun menjabat di posisi penting di kampusnya, meliputi pengurus yayasan, pimpinan perguruan tinggi, badan penjaminan mutu, hingga ketua prodi.

Selama lokakarya, peserta menerima berbagai materi tentang Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); Kebijakan SPMI; Manual SPMI; Standar SPMI; dan Formulir SPMI.

Di akhir sesi, peserta praktik, yakni mereview Penyesuaian Dokumen SPMI. Peserta juga mempresentasi Dokumen SPMI sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 tahun 2015 dan Permenristekdikti No. 50 tahun 2018, serta menetapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) SPMI Isian survei pemetaan implementasi SPMI di kampusnya masing-masing.

Sampai saat ini, STIE Perbanas Surabaya mendampingi 30 program studi (prodi) yang masih terakreditasi C. Harapan usai program asuh ini, semua program studi nantinya mengalami peningkatan akreditasi prodi, minimal meningkat menjadi B (Baik).(tok/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.