KELANA KOTA

Pemkot Batu Siapkan Jalur Alternatif Malang-Batu Antisipasi Macet Long Weekend

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 24 April 2019 | 21:40 WIB
Pengendara melintas di Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Jalur tersebut akan dibangun untuk dijadikan jalur alternatif penghubung antara Kota dan Kabupaten Malang ke Kota Batu, Rabu, (24/4/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur menyiapkan jalur alternatif dari wilayah Kota dan Kabupaten Malang menuju Kota Batu, yang diharapkan mampu mengurai kemacetan saat memasuki musim libur panjang.

Alfi Nurhidayat Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Batu di Kota Batu, Rabu (24/4/2019) mengatakan bahwa pihaknya akan membuka jalur alternatif di Kelurahan Sisir menuju Kelurahan Temas, Kota Batu, melalui Jalan Sultan Hasan Halim.

"Pada Mei 2019, akan mulai dikerjakan jalur alternatif Sisir-Temas. Kemudian akan ditindaklanjuti dengan membuka jalur alternatif lain, Temas-Pandanrejo," kata Alfi, saat melakukan survei jalan alternatif di Kota Batu.

Alfi menjelaskan, jalur alternatif tersebut diperkirakan sepanjang satu kilometer, dimulai dari Jalan Hasan halim Sisir, melalui samping Sendra Tari Sisir, dan menembus ke Temas. Masyarakat yang akan menuju Kota Batu dari arah Karangploso, Kabupaten Malang, bisa menggunakan jalur tersebut untuk menghindari kemacetan.


Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan, sehingga permasalahan macet kerap kali terjadi saat musim libur panjang. Jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu pada 2018, tercatat mencapai 5,6 juta kunjungan, dengan komposisi 5,58 juta wisatawan dari dalam negeri, dan wisatawan mancanegara sebanyak 16.386 kunjungan.

Berdasar catatan, salah satu titik kemacetan untuk menuju Kota Batu terjadi di Jalan Protokol Ir Soekarno, Jalan Pattimura, dan Jalan Diponegoro. Jalur tersebut kerap kali padat saat libur panjang karena merupakan jalan protokol penghubung Kota Malang dengan Kota Batu.

"Perkiraan pengerjaan selama kurang lebih tiga bulan, panjang keseluruhan kurang lebih mencapai satu kilometer. Namun akan dibagi dua tahap," ujar Alfi, seperti dilansir Antara.

Pembangunan jalur alternatif tersebut akan dilakukan dua tahap, dimana pada tahap pertama pembangunan akan dilakukan pada Mei 2019 untuk ruas sepanjang 200 meter dan lebar enam meter, mulai dari Sendra Tari Sisir, dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp200 juta.

Sementara untuk tahap kedua, ruas tersebut akan dilanjutkan hingga pabrik Tahu Temas, dan dilanjutkan pembukaan jalan Temas-Pandanrejo, serta Jalan Brau menuju Pujon, Kabupaten Malang.

Sebelumnya, untuk mengatasi kemacetan di Kota Batu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyetujui adanya pemasangan box culvert atau beton bertulang pra cetak berbentuk segi empat di sepanjang Jalan Ir. Soekarno, Kota Batu, Jawa Timur. Pemasangan box culvert tersebut, menelan dana Rp22,5 miliar, yang bersumber dari APBN. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.