KELANA KOTA

Jaksa KPK Tuntut Bupati Malang Nonaktif 8 Tahun Penjara

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 25 April 2019 | 20:45 WIB
Rendra Kresna (batik) Bupati Malang nonaktif dalam sidang lanjutan di Ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (25/4/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sidang lanjutan Rendra Kresna Bupati Malang nonaktif terkait kasus dugaan suap sebanyak Rp 7,5 miliar, digelar di Ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (25/4/2019). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Abdul Basir Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membacakan isi tuntutan tersebut. Dalam hal ini, Jaksa menilai bahwa terdakwa telah melanggar pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Jaksa mengungkapkan, ada hal yang memberatkan terdakwa, yaitu tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi dan tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa adalah berprilaku sopan serta telah membayar sebagian uang pengganti.

Sehingga, jaksa menuntut terdakwa Rendra Kresna dengan hukuman penjara 8 tahun serta denda sebesar Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa pun mengakui, bahwa tuntutan yang tinggi itu lantaran terdakwa tidak mengakui perbuatannya.


"Ini menjadi pertimbangan kami memberikan tuntutan tinggi," jelasnya.

Selain itu, terdakwa juga wajib mengembalikan uang pengganti sebesar Rp4,07t miliar dalam jangka waktu satu bulan. Apabila terdakwa tidak bisa membayar, maka harta benda akan disita sesuai dengan total uang pengganti tersebut.

"Jika tidak memenuhi akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun," kata Abdul Basir.

Mendengar tuntutan itu, terdakwa hanya tertunduk lesu. Kemudian Agus Hamzah Ketua Majelis Hakim meminta terdakwa berkonsultasi kepada kuasa hukumnya untuk pledoi yang akan dilakukan untuk sidang selanjutnya, pada Kamis (2/5/2019).

Sekedar diketahui, pada Kamis (11/10/2018) lalu, Pimpinan KPK mengumumkan status Rendra Kresna Bupati Malang sebagai tersangka dua kasus dugaan korupsi.

Pertama, Rendra disangka menerima suap Rp3,4 miliar dari Ali Murtopo pihak swasta, terkait proyek penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang, tahun anggaran 2011.

Kasus kedua, Bupati Malang dua periode belakangan itu disangka menerima gratifikasi bersama Eryk Armando Talla pihak swasta sebanyak Rp3,5 miliar, dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Malang.

Uang hasil suap dan gratifikasi itu diduga digunakan untuk membayar utang dana kampanye yang sudah dipakai Tim Pemenangan Rendra Kresna pada Pilkada 2015. (ang/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.