KELANA KOTA

Turunkan Penumpang lalu Kejar Penjambret, Ojol Ini Terima Penghargaan Polisi

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 26 April 2019 | 13:32 WIB
Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya saat memberikan penghargaan pada Didik driver ojek online yang membantu penangkapan pelaku jambret di Mapolrestabes Surabaya. Foto: Instagram @surabayapolice1.official
suarasurabaya.net - Polrestabes Surabaya memberikan penghargaan pada Didik driver ojek online yang membantu penangkapan pelaku jambret di Surabaya, Minggu (21/4/2019) lalu. Penghargaan dilakukan di Mapolrestabes Surabaya yang juga dihadiri rekan Ojol lainnya.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan berupa uang saku dan piagam pada driver ojol tersebut.

"Tadi kami lakukan upacara yang dihadiri rekan Ojol yang lain," kata Rudi pada Radio Suara Surabaya.

Rudi menceritakan, pada Minggu lalu sekitar pukul 10.00 WIB, Didik driver Ojol ini sedang membawa penumpang melintasi Jalan Kartini Surabaya.


"Ketika sedang melintas, Pak Didik ini dengar orang minta tolong," ujarnya.

Spontan, lanjut dia, Didik langsung berhenti dan menurunkan penumpangnya untuk mengejar pelaku penjambretan.

"Akhirnya pelaku tertangkap di daerah Pandegiling. Korban waktu itu sedang jalan kaki dan diambil handphonenya oleh pelaku," katanya.

Rudi mengapresiasi, aksi heroik yang dilakukan Didik dan akhirnya memberikan penghargaan pada yang bersangkutan.

Rudi mengimbau agar nantinya bermunculan Didik lain yang siap membantu keamanan kota.

"Ojol kan 24 jam di Surabaya, apabila melihat kejahatan bisa hubungi polisi, lewat saluran 110 atau Radio Suara Surabaya juga agar berkoordinasi dengan polisi. Mari kita jogo Suroboyo, jangan sampai kita jadi korban kejahatan atau bahkan jadi pelaku kejahatan," pungkasnya. (dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.