KELANA KOTA

Pemkot Surabaya Masih Mengkaji Kewenangan Pengolahan Limbah B3

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 15 Mei 2019 | 13:44 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat acara peresmian Puskesmas Wonokromo, Rabu (15/5/3019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya masih mendiskusikan bersama Kemendagri, Perguruan Tinggi, Kejaksaan, dan Kepolisian tentang wewenang pengolahan limbah B3 yang akan dibangun di Tambak Osowilangun, Benowo, Surabaya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, kalau versi Kemendagri pengelolaan pengolahan limbah B3 itu dari Pemerintah Pusat. Tapi dalam Undang-Undang lingkungan hidup, limbah B3 bisa diolah oleh masing-masing penghasil limbah.

"Misalnya Puskesmas menghasilkan limbah medis bisa mengelola. Tapi karena mungkin mahal dan butuh lahan luas, maka kami Pemerintah Kota bisa mengelola," katanya usai peresmian Puskesmas Wonokromo, Rabu (15/5/3019).

Risma mengatakan, Pemkot berencana membangun pusat pengolahan limbah B3 dan limbah medis di Tambak Osowilangun. Tahun ini telah dianggarkan Rp100 miliar.


"Kami masih diskusikan kewenangannya. Kalau aturan Kementerian Lingkungan Hidup yang buat pengelolaan limbah ya penghasil limbah. Pemerintah pusat hanya mengelola izinnya," katanya.

Risma mengatakan, di Surabaya setidaknya ada 4.900 lebih penghasil limbah medis yang terdiri daei Praktik Dokter, Puskesmas, Klinik, dan Rumah Sakit. Kalau tidak punya pengolahan limbah, maka bisa membahayakan masyarakat. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.