KELANA KOTA

Mulai Ada Peningkatan Pemudik Kapal Feri Situbondo-Sumenep

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 16 Mei 2019 | 10:25 WIB
Ilustrasi. Pemudik antre memasuki kapal cepat Marina Srikandi 11 dalam Mudik Bareng Gratis 2018 di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (10/6/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Jumlah penumpang rute Pelabuhan Feri Jangkar Situbondo ke Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, mulai meningkat hingga 100 persen dari hari biasa karena sebagian warga perantauan memilih mudik lebih awal pada Lebaran 1440 Hijriah ini.

"Pada hari Rabu (15/5/2019) memang jumlah penumpang kapal feri tujuan Pulau Raas meningkat 50 persen, jika sebelumnya jumlah penumpang sekitar 100 orang, namun kemarin lebih dari 200 orang penumpang," kata Tri Wahyono Pelaksana Tugas Kepala UPT Pelabuhan Feri Jangkar, Kabupaten Situbondo di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019).

Ia mengemukakan, peningkatan jumlah penumpang kapal feri tujuan Pulau Raas sempat membuat petugas pelabuhan terkejut, mengingat Lebaran 2019 diperkirakan masih sekitar 20 hari lagi.

Mayoritas penumpang kapal feri tujuan kepulauan di Madura itu, katanya, merupakan perantauan yang ada di Pulau Bali, dan mudik lebih awal karena kekhawatiran tidak mendapatkan tiket kapal saat menjelang Lebaran nanti.


"Sebagian besar penumpang kapal mengaku mudik lebih awal selain khawatir tidak mendapatkan tiket dan antre, juga karena di tempat mereka bekerja juga sudah mulai sepi," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Tri Wahyono menambahkan, sedangkan jumlah penumpang rute Jangkar- Kalianget dan Jangkar-Pulau Sepudi sejauh ini, belum ada peningkatan yang signifikan.

"Kalau penumpang tujuan ke Kalianget dan Sepudi memang ada peningkatan, tapi tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 10 hingga 20 persen," katanya. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.