KELANA KOTA

Tronton VS Pick Up di Panceng Gresik

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 16 Mei 2019 | 14:04 WIB
Tabrakan frontal terjadi antara mobil pick up dan truk tronton di Raya Deandels tepatnya di hutan jatim Desa Wotan, Panceng, Gresik, Kamis (16/5/2019). Foto: Hari Fajar Saifudin via whatsapp SS
suarasurabaya.net - Tabrakan frontal terjadi antara mobil pick up dan truk tronton di Raya Deandels tepatnya di hutan Jatim Desa Wotan, Panceng, Gresik, Kamis (16/5/2019). Akibatnya sopir pick up meninggal dunia di lokasi kejadian.

Aiptu Bambang anggota Polsek Panceng Gresik mengatakan, awalnya pick up melaju dari arah Sedayu menuju Lamongan. Kemudian pick up mendahului dump truk yang melaju di depannya.

"Saat mendahului itu, dari arah berlawanan melaju truk tronton L 8498 UO sehingga langsung terjadi tabrakan frontal. Usai tabrakan, posisi pick up sampai berbalik arah dan sopir pick up meninggal dunia di lokasi," kata Bambang pada Radio Suara Surabaya.

Sementara itu, lanjut dia, ada satu penumpang mobil pick up yang mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke RS Ibnu Sina Bunder.


"Saat evakuasi untuk mengeluarkan sopir pick up yang terjepit harus ditarik dengan dump truk. Yang bagian belakang ditahan pakai mobil patroli kami. Butuh 1 jam lebih untuk evakuasi. Pick up dalam kondisi ringsek," ujar dia,

Sedangkan truk tronton, kata dia, masih di kiri jalan karena as roda depannya patah. "Sopir truk tronton dalam kondisi selamat meskipun bagian kanan depan truk rusak," katanya.

Arus lalu lintas di lokasi sementara dibuka tutup karena masih menunggu Polres Gresik untuk penanganan selanjutnya.

"Olah TKP sudah selesai. Kalau dugaan mengantuk tidak ada karena jelas-jelas pick up mendahului. Untuk data pick up belum kami dapatkan termasuk nama sopir yang meninggal dunia," pungkasnya. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.