KELANA KOTA

KPK Periksa Plt Bupati Tulungagung sebagai Saksi Kasus Korupsi APBD

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 16 Mei 2019 | 15:14 WIB
Supriyono Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung. Foto: Kominfomas Jakarta Selatan
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berupaya mengusut tuntas kasus korupsi yang melibatkan oknum kepala daerah, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Anggota DPRD dan pihak swasta di Kabupaten Tulungagung.

Dalam proses penyidikan Supriyono Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung yang berstatus tersangka, hari ini, Kamis (16/5/2019), Penyidik KPK kembali memanggil dua orang sebagai saksi.

Masing-masing adalah Maryoto Birowo Wakil Bupati yang sekarang menjabat Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung, dan Agus Budiarto Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung.

Febri Diansyah Juru Bicara KPK mengatakan, penyidik akan menanyakan kepada saksi seputar perencanaan dan pelaksanaan sejumlah proyek yang sumber dananya dari APBD.


Febri Diansyah Juru Bicara KPK mengatakan, penyidik akan menanyakan kepada saksi seputar perencanaan dan pelaksanaan sejumlah proyek yang anggarannya dari APBD Tulungagung.

Sekadar diketahui, Senin (13/5/2019), KPK menetapkan Supriyono Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung sebagai tersangka baru (kelima) dalam kasus korupsi proses pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD/APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018.

Supriyono politisi PDI Perjuangan diduga sudah menerima uang suap sejumlah Rp4,8 miliar selama periode 2015-2018, dari Syahri Mulyo Bupati Tulungagung.

Kasus korupsi ini terungkap sesudah Satgas KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (6/6/2018), Tulungagung, Jawa Timur.

Dari OTT itu, KPK menemukan bukti Syahri Mulyo Bupati Tulungagung, Agung Prayitno (swasta), dan Sutrisno Kadis PUPR Kabupaten Tulungagung menerima suap terkait pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Tulungagung.

Sesudah melakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK menetapkan ketiga orang dari Tulungagung tersebut, serta Susilo Prabowo kontraktor sebagai tersangka. (rid/tin)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.