KELANA KOTA

Dinkes Jatim Perketat Pengawasan Juanda untuk Cegah Penyebaran Monkeypox

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 16 Mei 2019 | 16:25 WIB
Ilustrasi. Sejumlah penumpang melalui alat pemindai panas tubuh di terminal kedatangan internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (14/5/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Dinas Kesehatan Jawa Timur melakukan pengawasan ketat dengan memeriksa orang-orang yang masuk dari luar negeri di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, untuk mencegah adanya penyakit menular monkeypox atau cacar monyet.

Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Jatim di Surabaya, Kamis (16/5/2019), mengatakan pihaknya menyiapkan alat pendeteksi thermascanner untuk mendeteksi dini suhu tubuh agar virus tersebut tak masuk ke Jatim.

"Mereka yang baru datang dari luar negeri di Bandara Juanda kami periksa. Kantor kesehatan pelabuhan juga sudah lakukan upaya itu," ujar Kohar dilansir Antara.

Saat ini, Kohar memastikan ada tiga alat thermascanner yang telah dipasang di Bandara Juanda. Tiga alat itu dirasa cukup oleh Pemprov Jatim.


"Semuanya itu disiagakan di kedatangan luar negeri di Bandara Juanda," tuturnya.

Hingga saat ini, Kohar memastikan belum ada warga Jatim yang terpapar cacar monyet.

"Tapi memang harus diantisipasi dengan upaya teman di kantor kesehatan pelabuhan (KKP) diperbatasan negara itu kami tingkatkan," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus monkeypox atau cacar monyet di Indonesia.

"Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia," kata Anung dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Anung menjelaskan masyarakat tidak perlu panik dengan adanya pemberitaan mengenai adanya penyakit cacar monyet yang kemungkinan dapat masuk ke Indonesia. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk senantiasa waspada dan menjaga kebersihan.

Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.(ant/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.