KELANA KOTA

Risma Perintahkan Kadinkes Koordinasi dengan Pemprov Cegah Monkeypox

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 16 Mei 2019 | 19:35 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat peresmian Taman Harmoni Keputih, Kamis (16/5/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim untuk pencegahan virus Cacar Monyet atau Monkeypox.

Risma mengatakan, karena wilayah Bandara Internasional Juanda bukan kewenangan Surabaya, maka hanya bisa mengirim tim untuk bergabung dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk pencegahan virus ini.

"Karena itu bukan Bandara Surabaya maka kami tidak bisa penuh. Tapi kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, kalau bisa ditempatkan tim dari kesehatan yang mengontrol suhu tubuh kalau ada manifes dari Singapura," ujarnya di sela peresmian Taman Harmoni Keputih, Kamis (16/5/2019).

Menurut Risma, deteksi virus itu bisa dilihat aeal dari perubahan suhu tubuh. Kalau ada orang dari luar negeri lalu suhu tubuhnya panas, maka harus dikarantina dulu di rumah sakit.


"Kalau itu wilayahnya Surabaya maka akan saya pasang tim Dinas Kesehatan di situ (Bandara Internasional Juanda, red). Virus itu bisa dilihat dari suhu tubuh. Kalau ada orang dari luar negeri suhu tubuhnya panas maka dikarantina dulu ke rumah sakit," katanya.

Namun menurut Risma, asalkan kondisi tubuh seseorang dalam keadaan fit maka tidak mudah tertular virus tersebut. "Sebetulnya asal fisik kita kuat dan fit Insyaallah aman," katanya.

Sekadar diketahui, Anung Sugihantono Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus monkeypox atau cacar monyet di Indonesia.

Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.(bid/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.