KELANA KOTA

Polisi Gagalkan 3 Bus Rombongan People Power ke Jakarta

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 19 Mei 2019 | 21:12 WIB
Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim saat menemui wartawan, Minggu (19/5/2019), di Mapolda Jatim. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sejumlah bus rombongan massa yang hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi 22 Mei digagalkan, saat gelaran patroli dan sweeping yang dilakukan pihak kepolisian. Ini disampaikan Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim, Minggu (19/5/2019), di Mapolda Jatim.

Luki mengatakan, sampai sore ini ada tiga bus rombongan yang digagalkan polisi untuk berangkat ke Jakarta. Dengan rincian, satu bus diamankan dari wilayah Malang, satu bus dari wilayah Madiun, dan satu bus lainnya dari wilayah Tulungagung.

"Ini semuanya akan kami lakukan terus. Kami juga terima kasih kepada tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat yang sudah mensupport kami dari TNI dan Polri. Yang mana masyarakat Jatim, khususnya tokoh-tokoh agama mendukung kerja kami terkait dengan kegiatan ataupun isu yang berkembang yaitu masalah people power," kata Luki.

Selain menggagalkan keberangkatan bus rombongan massa, lanjut dia, polisi juga mengamankan empat orang yang ikut menyerukan ajakan bertolak ke Jakarta di media sosial. Mereka bertindak sebagai koordinator program Tour Jihad Jakarta yang siap memfasilitasi kendaraan bus dan mobil.


Mereka menawarkan kendaraan untuk massa dengan sistem paket. Misalnya, satu bus berisi 50 orang oleh mereka dipatok harga Rp450 ribu. Empat orang yang diamankan itu, masing-masing berinisial A, M, F dan C.

Keempatnya terancam dijerat Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan 161 junto Pasal 53 KUHP. Kendati demikian, keempatnya kini masih diproses di Mapolda Jatim untuk menentukan status berikutnya.

"Terkait dengan masalah ada salah satu akun yang mengajak tour jihad hampir selama satu minggu ini, kami sudah mengamankan 4 orang. Statusnya masih kami dalami dan berdasarkan data mereka itu sudah terkumpul 44 peserta. Namun yang baru membayar 36 orang. Kami sudah tindaklanjuti dan kegiatan mereka ini kami batalkan," kata dia.

Untuk temuan senjata tajam dan barang berbahaya lainnya, Luki mengatakan sejauh ini masih belum ditemukan. Hanya saja, kegiatan patroli maupun sweeping akan terus dilakukan di Jatim. Dia pun mengimbau agar masyarakat Jatim tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta.

Pihaknya siap memfasilitasi masyarakat Jatim, apabila memang ingin menggelar kegiatan di Surabaya. Diharapkan, masyarakat Jatim tetap mengikuti aturan yang ada.

"Kami serentak seluruh wilayah TNI/Polri melakukan sweeping terus. Kami mengimbau untuk masyarakat Jatim tidak berangkat ke sana (Jakarta, red). Silahkan kalau mau melakukan kegiatan di Surabaya kami siapkan tempat dengan mengikuti aturan yang ada," kata dia. (ang/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.