KELANA KOTA

Polisi Cegah Massa ke Jakarta, BPP Jatim Prabowo-Sandi: Ribuan Massa Sudah Bergerak

Laporan Denza Perdana | Senin, 20 Mei 2019 | 06:10 WIB
KH Solachul Aam Wahib Wahab Dewan Pembina Badan Pemenangan Provinsi Jawa Timur untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - KH Solachul Aam Wahib Wahab Dewan Pembina Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Jawa Timur untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Pasangan Capres-Cawapres 02, mengimbau para pendukung dari Jawa Timur agar berangkat ke Jakarta dengan hati, bukan dengan emosi.

"Saya berharap kepada masyarakat, pergerakannya dengan hati, bukan dengan emosi. Ya, luruskan niat, yang ikhlas, yang tulus, InsyaAllah perjalanan itu akan selalu dilindungi Allah," ujar pria yang akrab disapa Gus Aam, di Kantor BPP Jatim Prabowo-Sandi di Gayungsari, Surabaya, Minggu (19/5/2019).

Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) itu mengatakan, sudah ada ribuan massa dari pelbagai daerah di Jawa Timur yang bergerak ke Jakarta sejak Sabtu (18/5/2019) lalu. Massa berangkat dalam rombongan-rombongan kecil menggunakan bermacam moda transportasi.

Dia menyebutkan, setidaknya sudah ada 2.500-an massa yang berangkat ke Jakarta naik kereta api, bus, pesawat, ada juga yang naik mobil pribadi. Mereka berangkat dari daerah masing-masing, mulai dari Banyuwangi sampai Ponorogo, untuk bertemu dengan massa lain di Jakarta.


Dia mengatakan, 2.500 massa yang bergerak ke Jakarta adalah bagian dari jumlah massa dari Jawa Timur, yang dia perkirakan mencapai 10 ribu orang. Mereka akan menghadiri aksi penyampaian aspirasi di Jakarta yang dia klaim super damai, untuk menuntut hasil Pilpres 2019 yang jujur dan adil.

Sementara, pihak kepolisian, baik Kepolisian Daerah Jawa Timur maupun Polrestabes Surabaya pada Minggu, sudah mulai melakukan kegiatan pemeriksaan terhadap penumpang di sejumlah lokasi keberangkatan transportasi umum. Salah satunya di stasiun kereta api.

Polisi memeriksa barang bawaan setiap penumpang tujuan Surabaya-Jakarta baik di Stasiun Gubeng maupun Stasiun Pasar Turi, serta mengimbau mereka yang hendak mengikuti aksi di Jakarta pada 22 Mei agar tidak melanjutkan perjalanan, kembali ke tempat masing-masing.

Itu dibenarkan Komisaris Besar Polisi Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya. Kegiatan itu untuk mencegah keberangkatan massa unjuk rasa ke Jakarta, sedangkan pemeriksaan barang bawaan oleh sejumlah personel polisi sekaligus bentuk antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Ramadhan.

Menanggapi hal itu, Gus Aam mengatakan apa yang dilakukan polisi adalah hal yang wajar. Dia meyakini, apa yang dilakukan polisi sebatas pemeriksaan barang-barang bawaan semata, serta untuk memastikan keamanan perjalanan sebagaimana yang terjadi pada aksi-aksi sebelumnya, baik Aksi 212 maupun Aksi 414.

"Menurut saya sih itu wajar-wajar saja, yang penting buat kami, itu pemeriksaan saja. Kami, kan, enggak bawa apa-apa. Kecuali kalau kami bawa sajam, itu memang harus diamankan. Yang penting harus jelas saja, maksudnya Pak Polisi melakukan razia itu apa? Saya rasa massa juga enggak bawa apa-apa, paling juga baju atau sarung," katanya.

Pemeriksaan oleh polisi, menurut keyakinan Gus Aam, tidak sampai pada upaya pencegatan atau penghadangan massa yang hendak berangkat mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta. Dia pribadi dan beberapa ulama lain di BKSN tetap akan bertolak ke Jakarta dalam waktu dekat, maksimal Selasa (21/5/2019).

"Kami pasti berangkat. Kami menghargai apa yang dilakukan kepolisian. Saya yakin polisi hanya mengamankan perjalanan saja, karena beberapa kali waktu aksi 212, 414, enggak ada istilahnya dicegat," ujarnya.

Sementara, sebelumnya, Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) menepati janjinya melakukan sweeping untuk mencegah massa aksi 22 Mei dari Jawa Timur berangkat ke Jakarta.

Pada Minggu (19/5/2019), Luki mengklaim, Polda Jatim telah membatalkan perjalanan tiga bus berisi massa yang menurutnya akan mengikuti kegiatan yang marak disebut People Power. Tiga bus itu "diamankan" di tiga titik berbeda. Satu di Malang, satu di Madiun, dan di Tulungagung.

"Ini semuanya akan kami lakukan terus. Terima kasih kepada tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat yang sudah men-support kami, TNI dan Polri. Masyarakat Jatim, khususnya tokoh-tokoh agama, mendukung kerja kami terkait kegiatan ataupun isu yang berkembang, yaitu masalah people power," ujar Luki.

Demikian pula Gus Aam. Dia menyampaikan bahwa pendukung Prabowo-Sandi baik di BKSN maupun dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur akan terus berjuang, bahkan setelah KPU RI mengumumkan hasil Pilpres 2019 pada 22 Mei nanti.

"Kalau yang menang Prabowo-Sandi pasti selesailah. Tapi kalau selain Prabowo-Sandi, tentu kami akan terus memperjuangkan kemenangan Prabowo-Sandi. Terus, kami akan melakukan aksi damai sampai ini tuntas. Sampai ada hasil yang jujur dan adil," katanya.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.