KELANA KOTA

Kapolrestabes: Kami Sudah Petakan Daerah Jadi Atensi Pelaku Kejahatan di Surabaya

Laporan Dwi Yuli Handayani | Senin, 20 Mei 2019 | 10:48 WIB
Ilustrasi. Kombes Pol Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya saat serah terima jabatan dengan Kombes Pol Rudi Setiawan mantan Kapolrestabes Surabaya. Foto: dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polrestabes Surabaya sudah memetakan daerah-daerah di Surabaya yang berpotensi menjadi atensi pelaku kejahatan 4C menjelang lebaran 2019.

Kombes Pol Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya mengatakan, kejahatan 4C meliputi pencurian biasa (Curbis) pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian dengan pemberatan (Curat).

"Kami sudah petakan daerahnya agar masyarakat bisa menyiapkan Idul Fitri dan melaksanakan kegiatan dengan aman dan nyaman," kata Sandi pada Radio Suara Surabaya.

Kata Sandi, kejahatan yang terjadi di Surabaya masih cenderung terjadi pada malam hari menuju pagi hari. "Kita giatkan patroli skala besar (bekerjasama dengan TNI dan Linmas, red) dan skala kecil (bekerjasama dengan polsek-polsek jajaran, red)," ujarnya.


Sementara itu, lanjut dia, untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kejahatan juga sudah diantisipasi. Diantaranya dengan membentuk unit reaksi cepat dari Sabhara atau Resmob yang secara tertutup sudah ditempatkan di lokasi tertentu. "Bila ada kejadian akan segera ditindaklanjuti," katanya.

Kombes Pol Sandi berharap, pengamanan selama lebaran 2019 ini juga didukung penuh oleh masyarakat dan stake holder yang ada di Surabaya.

"Karena hal ini tidak akan maksimal kalau tidak ada kerjasama atu informasi dari masyarakat. Sehingga kami bisa segera menuntaskan pekerjaan yang harus kita tuntaskan termasuk menanggulangi tren ancama kriminalitas. Atau bahkan meniadakan aksi kriminalitas di Surabaya," pungkasnya. (dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.