KELANA KOTA

350 Personel TNI-Polri Sweeping Massa 22 Mei di Pintu Keluar Tol Suramadu

Laporan Denza Perdana | Selasa, 21 Mei 2019 | 01:43 WIB
Sejumlah personel kepolisian melakukan sweeping massa yang hendak ke Jakarta mengikuti aksi 22 Mei dari Madura, di gerbang pintu keluar Tol Suramadu, Senin (20/5/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sejumlah personel gabungan kepolisian dan TNI berjaga di pintu keluar Tol Suramadu arah Surabaya sejak Senin (20/5/2019) malam. Mereka memeriksa sejumlah rombongan yang diduga hendak bertolak ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa pada 22 Mei mendatang.

Sejumlah polisi dan TNI bersenjata laras panjang bersiaga di sepanjang jalur keluar kendaraan. Sebagian dari kendaraan diduga memuat penumpang tujuan Jakarta dihentikan sementara untuk diperiksa.



Sejumlah penumpang kendaraan yang dihentikan pasukan gabungan diminta kembali ke kendaraan masing-masing untuk dikawal kembali ke Madura, Senin (20/5/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net


Ada dua bus pariwisata yang dihentikan personel gabungan. Beberapa perwakilan penumpang diajak berbincang oleh sejumlah pejabat kepolisian baik dari Polda Jawa Timur dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Brigadir Jenderal Polisi Toni Harmanto Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur tampak berada di lokasi bersama AKPB Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Keduanya sempat berbincang dengan perwakilan penumpang.

Cukup lama perbincangan ini berlangsung, sampai akhirnya polisi mengarahkan agar mereka kembali ke kendaraan masing-masing, lalu kendaraan itu dikawal kembali ke daerah tempat mereka berangkat.

AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menyebutkan, ada 350 orang personel gabungan yang melakukan giat penyekatan di pintu keluar Tol Suramadu itu. Ada dua bus pariwisata, delapan elf, dan tujuh minibus yang dikawal kembali ke rumah.

Dia membenarkan, kegiatan itu memang untuk mencegah rombongan dari Madura yang diduga berangkat ke Jakarta. "Ini sudah mendekati 22 mei, jadi kemungkinan besar kami akan ekstra keras bekerja lagi," ujarnya.

Agus membenarkan, sejumlah rombongan yang memang dipastikan hendak berangkat ke Jakarta dikawal kembali ke daerah masing-masing dan diminta untuk beristirahat di rumah masing-masing. Sejumlah dari rombongan itu, kata dia, berasal dari Pamekasan dan Sampang.

"Ini karena sayangnya kami kepada masyarakat Jawa Timur, kami berharap bagi yang masih memiliki keinginan untuk ke Jakarta, agar imbauan kami didengarkan dengan tidak berangkat ke Jakarta," katanya.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.