KELANA KOTA

Investigasi Penggunaan Peluru Tajam di Aksi 22 Mei Harus Segera Dilakukan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 23 Mei 2019 | 12:18 WIB
Aksi massa yang sempat bentrok dengan aparat kepolisian di Flyover Jatibaru, Cideng, Rabu (22/5/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Buntut kericuhan antara massa yang mengatasnamakan Gerakan Kedaulatan Rakyat atau yang dikenal dengan Aksi 22 Mei dengan aparat gabungan TNI/Polri di Jakarta, pasca pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu serentak 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebanyak 6 orang meninggal dunia, 200-an orang mengalami luka-luka.

Bahkan, pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan membenarkan ada korban tewas akibat tertembak di bagian dada saat kerusuhan di depan Pasar Blok A Tanah Abang. Korban tewas itu bernama Farhan Syafero (30) beralamat tinggal di Kampung Rawakalong, Kelurahan Grogol, Kota Depok.

Menanggapi peristiwa tersebut, Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR RI saat dihubungi wartawan Kamis (23/5/2019) mengatakan kalau dirinya sudah mengingatkan kepada aparat untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi massa pengunjuk rasa, apalagi sampai menggunakan peluru tajam.

"Saya sudah ingatkan lama, jangan salah membaca massa. Jangan anggap remeh, tapi bacalah dengan hati yang bersih, jangan pernah berniat memakai kekerasan," ujar Fahri.


Penggunaan peluru tajam, lanjut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesa (GABRI) itu, harus segera di-investigasi dan dibuka ke seluruh dunia. Sebab kalau tidak, Indonesia bisa kena delik kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) seperti 1998 dan setelahnya yakni Trisakti dan Semanggi.

"Aparat harus fokus selamatkan nyawa, sekali lagi nyawa. Jadi saya mohoh aparat menahan diri, tidak menambah radikalisme massa," imbuh Fahri Hamzah.

Sekadar diketahui, bentrok antara massa demo di Bawaslu dan polisi terjadi semalam. Polisi bertindak lantaran massa bertindak anarkistis dan tidak mau dibubarkan hingga dini hari.

Selain itu, ada massa yang membuat keributan di dekat markas Brimob di Petamburan. Pagi ini, sekelompok massa bertindak anarkistis di sekitar Tanah Abang.

Namun, Kombes Argo Yuwono Kabid Humas Polda Metro Jaya memastikan kalau tidak menggunakan peluru tajam dalam menghalau massa.

"Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam," tegas Argo (faz/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.