KELANA KOTA

Polisi Kantongi Identitas Enam Pelaku Pembakaran Polsek Tambelangan

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 23 Mei 2019 | 16:23 WIB
Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim di Mapolda Jatim, usai meninjau lokasi kejadian, Kamis (23/5/2019). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Aksi pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, yang dilakukan oleh ratusan massa, Rabu (22/5/2019) akan diproses secara hukum. Dalam hal ini, polisi sudah mengantongi identitas beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.

Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim mengatakan, pada tahap awal ini pihaknya sudah mengantongi identitas dari enam terduga pelaku. Namun, pihaknya enggan membeberkan siapa keenam orang tersebut.

Dia hanya mengungkapkan, dalam waktu dekat keenamnya akan menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim. Terkait situasi di Sampang saat ini, Luki mengatakan sudah berangsur kondusif dan pihaknya sudah menyiagakan personel tambahan yang juga dibackup penuh oleh TNI.

"Identitas sudah ada, insya Allah nanti akan kami panggil pemeriksaannya di sini. Kami sudah komunikasi dengan tokoh-tokoh agama untuk menyerahkan pelaku-pelaku itu. Sudah ada namanya, fotonya juga ada. Kita tinggal melihat momen yang pas," kata Luki, Kamis (23/5/2019).


Dari hasil identifikasi Tim Inafis di lokasi kejadian, kata dia, petugas menemukan botol-botol berisi bensin atau bom molotov tercecer. Sekitar 30 botol juga ditemukan di sekitar Polsek, dengan kondisi masih utuh atau belum sempat digunakan oleh massa.

Adapun motif massa melakukan itu, diduga karena terpengaruh berita hoaks terkait penangkapan tokoh agama Madura di Jakarta. Mereka sempat mendatangi polisi dan meminta untuk membebaskannya.

Oleh Kapolsek, kata dia, aspirasi masyarakat itu diterimanya dan akan dikonfirmasi kebenaran beritanya. Namun belum selesai itu dilakukan, sejumlah massa tiba-tiba saja melakukan pelemparan dan membakar Polsek Tambelangan.

Kendati demikian, polisi masih mendalami motif mereka. Motif mereka melakukan hal itu akan terungkap, setelah para terduga pelaku menjalani pemeriksaan nantinya.

"Masih kita dalami dulu. Tapi yang jelas dari informasi yang berkembang karena berita penangkapan tokoh agama di Jakarta. Saya pastikan itu tidak benar atau hoaks," kata dia.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim yang juga ikut meninjau lokasi menyampaikan, bahwa pihaknya menyerahkan kejadian ini sepenuhnya ke polisi untuk diselidiki lebih lanjut. Pihaknya juga berterima kasih kepada TNI, yang juga turun dan membackup pihak kepolisian.

"Ini kan sudah proses ditangani kepolisian. Jadi kita menyerahkan ke Kapolda dan jajarannya melakukan pendalaman. TNI juga turun. Kita menyerahkan semua kepada proses yang sedang berjalan," kata dia. (ang/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.