KELANA KOTA

Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Eggi

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 24 Mei 2019 | 12:00 WIB
Amien Rais Ketua Dewan Kehormatan PAN. Foto: Faiz/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Amien Rais Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019) siang

Amien mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.27 WIB.

Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana. Amien Rais tiba dengan ditemani lima orang.

"Sangat baik, sangat sehat," ujar Amien menjawab pertanyaan awak media.


Amien enggan menanggapi pertanyaan dari awak media.

Ia menyebut akan memberikan keterangan secara lengkap usai pemeriksaan selesai. "Nanti saya kasih press conference yang mantap, tenang aja," kata Amien, seperti dilaporkan Antara.

Amien mengatakan dirinya tidak membawa dokumen khusus untuk penyidikan petugas di Polda Metro Jaya.

Hari ini adalah panggilan kedua Amien setelah pada panggilan pertama ia mangkir. Amien akan dicecar pertanyaan terkait pernyataan "people power" yang disampaikan tersangka Eggi Sudjana.

Sebelumnya, Mantan Ketua MPR RI itu mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Senin (20/5/2019).

Ketika dikonfirmasi tentang alasan ketidakhadirannya dalam panggilan perdana itu, dia mengaku sibuk.

Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar.

Eggi menjadi tersangka makar setelah ucapan "people power" di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 17 April 2019.

Eggi ditahan di Polda Metro Jaya sejak Selasa (14/5/2019) pagi. Penahanan dilakukan setelah polisi memanggilnya sebagai tersangka dan menangkapnya di Polda Metro Jaya seusai pemeriksaan pada Senin (13/5/2019) malam. (ant/iss/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.