KELANA KOTA

Televisi Diharapkan Menjadi Media yang Mendidik

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 24 Mei 2019 | 17:47 WIB
Forum Group Discussion (FGD) panel Ahli dalam rangka "Riset Indeks Kualitas Tayangan Televisi tahun 2019" di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (23/5/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Televisi seharusnya menjadi media paling ampuh untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. Untuk itulah, program yang diproduksi haruslah memuat tayangan yang memiliki nilai keteladanan.

Harapan itu disampaikan Totok Suyanto, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya ketika memberi sambutan dalam FGD panel Ahli dalam rangka "Riset Indeks Kualitas Tayangan Televisi tahun 2019" di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (23/5/2019). Hadir pula dalam agenda tersebut Nuning Rodiyah, komisioner KPI Pusat, tim litbang KPI, serta para panel ahli yang terdiri atas akademisi, peneliti, dan aktivis.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut kerja sama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan 12 perguruan tinggi di Indonesia.

Terhadap kegiatan ini, Totok, yang hadir mewakili Rektor Unesa, kembali berharap bahwa hasil riset ini memberikan memberikan perspektif baru yang mampu memberikan advokasi dan edukasi pada publik tentang kualitas siaran yang baik


"Semoga dengan riset ini mampu mendorong peningkatan selera di masyarakat sehingga televisi dapat memproduksi program yang semakin mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, mengurangi bullying serta menyebarkan semangat positif," terangnya berdasarkan keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (24/5/2019).

Sementara Nuning Rodiyah, Komisioner KPI turut menaruh harapan pada kegiatan riset ini. Menurutnya, dengan perubahan metode yang lebih kualitatif yang lebih menawarkan kedalaman, riset ini diharapkan menemukan secara detail perspektif publik pada sebuah program.

"Ketika informasi (harapan publik) ini bisa kita dapatkan, tentu riset ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Misalnya, televisi akan menjadikannya sebagai rujukan untuk membuat program yang baik. Atau, agensi iklan juga dapat memanfaatkannya menjadi panduan," jelasnya.

Nuning menggarisbawahi perihal iklan sebagai sumber dana televisi. Ia mempromosikan konsep brand safety yang berarti brand harus memasang iklan pada program yang aman dan berkualitas. Menurutnya ini akan mendorong korporat harus memperhatikan indeks kualitas ini saat ingin memasang iklan.

"Kami akan mencoba mendorong para pengiklan tentang konsep ini. Harapannya pengiklan akan selektif karena harus memperhatikan hasil riset ini dan juga merujuk data penjatuhan sanksi oleh KPI", terangnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.