KELANA KOTA

Operasi Ketupat Semeru di Jatim Dimulai Hari Ini, 15 Ribu Personel Disiagakan

Laporan Dwi Yuli Handayani | Senin, 27 Mei 2019 | 08:13 WIB
Ilustrasi. Operasi ketupat semeru 2018. Foto: dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Operasi ketupat semeru 2019 untuk mengamankan jalannya arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Timur dimulai 27 Mei 2019 sampai 9 Juni 2019 atau H+3 lebaran. Selama operasi ketupat semeru ini, sebanyak 15 ribu personel gabungan disiagakan.

AKBP Muhammad Aldian Wadir Lantas Polda Jatim mengatakan, 15 ribu personel gabungan ini terdiri dari Polri, TNI, instansi terkait seperti Senkom dan ada komunitas.

"Saat ini memang sudah terpantau ada arus mudik tapi yang dari luar Jawa dan menggunakan kapal. Tapi kalau untuk jalur darat dipresiksi puncak arus mudik terjadi pada 29 Mei 2019," kata Aldian pada Radio Suara Surabaya.

Selama operasi ketupat semeru ini, lanjut dia, seJawa Timur ada 178 pos pengamanan, 49 pos pelayanan dan 86 pos pantau.


Aldian menjelaskan, pos pengamanan ini disiagakan di jalur utama lalu lintas baik arteri, jalan kabupaten, jalan nasional maupun rest area yang rawan macet dan rawan kecelakaan.

"Untuk pos pelayanan ini adanya di titik-titik obyek wisata. Sedangkan pos pantau ini sifatnya temporer, tidak 24 jam dan pos ini back up di titik rawan kemacetan," ujar dia.

Kata Aldian, dengan adanya jalur tol baru seperti Pandaan-Malang, Probolinggo, Kertosono-Wilangan titik yang perlu diwaspadai adalah exit tol. Misalnya di Karanglo, meski tol Pandaan-Malang nantinya sampai di Pakis, Sawojajar namun saat ini baru sampai Karanglo. "Meski sudah ada underpass tapi kan wisata yang ke arah Batu perlu diwaspadai. Nanti ada pos pantau 24 jam di sana," katanya.

Selain itu, kata Aldian, dengan adanya tol baru ini diprediksi pemudik yang melewati jalur tol akan naik 40 persen. Ini yang juga menjadi atensi petugas. Banyaknya pasar tumpah saat lebaran juga menjadi hal yang perlu diwaspadai dari tahun ke tahun.

"Yang penting dengan adanya tol baru ini kan memang memudahkan pemudik. Tapi kami imbau jangan memacu kecepatan lebih tinggi. Karena kebanyakan kasus kecelakaan di tol karena over speed, ngantuk lalai dan ban pecah. Kalau memang lelah harus segera menepi dan jangan memaksakan diri," pungkasnya. (dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.