KELANA KOTA

Polisi Ungkap Aktor Utama Pembakaran Polsek Tambelangan Oknum Habib

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 27 Mei 2019 | 11:45 WIB
Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polisi telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Dari 6 tersangka yang ditangkap itu, satu diantaranya adalah aktor utama atau otak dari aksi pembakaran Mapolsek Tambelangan.

Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim mengungkapkan, aktor utamanya itu adalah Habib Abdul Kodir Alhadad (AKA). Dalam perannya, oknum Habib inilah yang merencanakan dengan mengumpulkan 70 orang khusus untuk ikut melancarkan aksi pembakaran itu.

Selain itu, kata dia, Habib AKA juga yang menyiapkan puluhan bom molotov untuk menyerang Polsek Tambelangan. Terkait adanya aliran dana untuk melancarkan aksi pembakaran ini, Luki mengatakan pihaknya masih mendalaminya.

"Aktor intelektualnya adalah Habib AKA. Dia yang merencanakan ini semua dan menyiapkan sumbu, ya bom-bom molotov itu. Yang jelas aktor intelektual itu hukumannya lebih berat," kata Luki, Senin (27/5/2019).


Tidak hanya Habib AKA, lanjut dia, polisi juga menangkap oknum Habib lain yang turut membantu aksi pembakaran itu. Dia adalah Habib Hasan yang menghalangi mobil PMK masuk untuk memadamkan Polsek Tambelangan.

Dia juga sempat memaki-maki seorang Kiai. Lantaran Kiai yang sempat dia ajak untuk bergabung dalam aksi pembakaran itu, menolak.

"Habib Hasan ini menghadang mobil PMK yang akan memadamkan Polsek. Seandainya mobil itu nyampe, mungkin gak sampai habis terbakar," kata dia.

Adapun tersangka lainnya, yaitu Hadi, Supandi dan Ali yang berperan untuk membantu aktor utama dengan melemparkan batu ke Mapolsek Tambelangan. Sedangkan satu tersangka lainnya masih belum diungkap identitasnya.

Sebab, kata dia, masih dilakukan pemeriksaan atau pendalaman lebih lanjut. Sementara untuk lima tersangka yang sudah diungkap identitas sekaligus perannya ini, telah dilakukan penahanan mulai hari.

"Terkait 200 massa yang ikut itu, mereka dari masyarakat setempat. Kami sedang dalami dari mana saja mereka. Tapi yang jelas, ini ada dari salah satu oknum FPI, Laskar Sakera, dan LPI," pungkasnya. (ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.