KELANA KOTA

Polisi Buru Lima Oknum Habib Diduga Terlibat Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 27 Mei 2019 | 13:56 WIB
Tersangka pembakaran Polsek Tambelangan yang ditahan di Mapolda Jawa Timur. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Polda Jatim terus mengembangkan kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Usai menahan para tersangka, kini polisi tengah memburu 5 oknum Habib lainnya yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran itu.

"Kami masih mendalami ini. Ada 5 lagi oknum Habib yang akan kami tangkap," kata Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim, Senin (27/5/2019).

Hal ini, sudah pernah dibicarakan dengan tokoh-tokoh agama di Sampang. Luki mengaku, mendapatkan dukungan penuh untuk mengusut kasus ini secara transparan.

Dalam kesempatan itu, Luki juga mengimbau agar masyarakat yang terlibat dalam aksi pembakaran itu segera menyerahkan diri.


"Kami sudah mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama Sampang yang akan membantu kami, untuk memproses kasus ini secara transparan. Kami juga berharap masyarakat Sampang yang terlibat dalam pembakaran itu segera menyerahkan diri," jelasnya.

Sebelumnya, Luki mengungkapkan pihaknya sudah mengantongi nama-nama yang diduga terlibat aksi itu. Bahkan, polisi juga telah mengidentifikasi keberadaan mereka, yang diketahui tengah berlindung dan mengamankan diri di pondok-pondok pesantren.

Namun, Luki enggan membeberkan di mana dan siapa saja oknum tersebut. Luki mengaku akan bekerja sama dengan para Ulama dan Habib di Madura untuk melakukan penangkapan itu. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kiai di pondok pesantren tersebut untuk membantu menyerahkan pelaku.

"Sudah ada nama-nama pelaku lainnya. Kami tahu para pelaku ini sedang berlindung mengamankan diri di pesantren. Kami sudah mengidentifikasi semuanya," kata Luki, di Kediamannya Jalan Bengawan, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Upaya pihak kepolisian ini pun mendapat dukungan penuh dari MUI Kabupaten Sampang. Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus yang dinilai telah mencoreng nama-nama Ulama dan pemerintahan Sampang.

KH Buchori Maksum Ketua MUI Sampang mengaku, sangat prihatin dan kecewa atas kejadian tersebut. Pihaknya pun meminta polisi agar tidak ragu-ragu memproses hukum oknum-oknum yang terlibat.

"Kami bersilaturahmi ke Bapak Kapolda di kediamannya. Terus terang saja untuk mempererat komunikasi kami dengan beliau. Sekaligus memberikan masukan, kaitannya dengan pembakaran Polsek Tambelangan. Agar polisi tidak ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada siapa-siapa yang terlibat dalam kejadian itu," kata Kiai Buchori. (ang/dwi)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.