KELANA KOTA

Bandara Notohadinegoro Jember Aman dari Dampak Erupsi Gunung Agung

Laporan Agustina Suminar | Senin, 27 Mei 2019 | 17:01 WIB
Sejumlah penumpang turun dari pesawat Garuda Indonesia di Bandara Notohadinegoro Jember. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih aman dari dampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, menurut otoritas bandara.

"Alhamdulillah sejauh ini operasional Bandara Notohadinegoro masih normal dan tidak terdampak abu vulkanik Gunung Agung," kata Edy Purnomo Kepala Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Senin (27/5/2019).

Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Jumat (24/5/2019) pukul 19.23 Wita, memuntahkan lontaran lava pijar sejauh 2,5 hingga tiga kilometer ke segala arah.

Akibatnya, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali menyatakan beberapa penerbangan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan, dan penerbangan menuju ke bandara tersebut dialihkan sementara pada Jumat (24/5/2019) malam.


Edy mengatakan abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke selatan. Sehingga tidak berdampak pada penerbangan di Jember dan Banyuwangi.

"Hari ini penerbangan dua maskapai yakni Wings Air dan Citilink di Bandara Notohadinegoro Jember beroperasi sesuai jadwal karena bandara aman dari abu vulkanik Gunung Agung," katanya dilansir Antara.

"Mudah-mudahan jalur penerbangan tetap aman dari erupsi Gunung Agung, sehingga masyarakat bisa menggunakan moda transportasi udara selama arus mudik dan balik Lebaran 2019," katanya.

Maskapai Citilink, yang menggantikan operasi Garuda Indonesia sejak akhir April 2019, tidak terbang setiap hari di Bandara Notohadinegoro. Citilink hanya empat kali dalam sepekan pada Minggu, Senin, Rabu, dan Jumat.

"Sedangkan untuk maskapai Wings Air terbang setiap hari di Bandara Notohadinegoro Jember," kata Edy.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.