KELANA KOTA

Diduga Cemburu, Suami Istri Ditemukan Meninggal di Kos Putat Jaya

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 09 Juni 2019 | 14:28 WIB
Petugas di lokasi penemuan suami istri yang meninggal di rumah kos-kosan mereka di Kupang Gunung Timur 4/30, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Minggu (9/6/2019). Foto: Command Center Kota Surabaya
suarasurabaya.net - Sepasang suami istri ditemukan meninggal di rumah kos-kosan mereka di Kupang Gunung Timur 4/30, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, pada Minggu (9/6/2019).

Korban laki-laki bernama Sumardi (56) ditemukan gantung diri menggunakan tali tampar berwarna biru yang diikatkan ke lehernya. Sedangkan istrinya, Romiyah (55) ditemukan telentang dengan tubuh berlumuran darah.

Berdasarkan informasi dari Command Center Surabaya, kronologi bermula saat Tatik (56) yang merupakan tetangga kos korban, ingin ke kamar mandi sekitar pukul 05.00 WIB. Namun saat melewati kamar korban, jenazah Sumardi sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dengan posisi tergantung di depan pintu kamar.

Melihat hal itu, lalu saksi bersama warga sekitar melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Saat polisi mendatangi TKP, baru ditemukan sang istri meninggal di dalam kamar.


"Kita ke TKP, kalau tidak salah nomer kamarnya 21, itu ada mayat gantung diri pas di depan pintu. Lalu dibelakangnya (di dalam kamar) ada istrinya, posisi telentang ada darah di situ," kata AKP Eko Sudarmanto Wakapolsek Sawahan saat dihubungi suarasurabaya.net.

Menurut AKP Eko, polisi juga menemukan barang bukti berupa batu dan bantal dengan lumuran darah. Pihaknya juga menemukan buku dengan tulisan yang berisi ungkapan rasa cemburu dan pembunuhan.

"Ada juga buku, di sana ada tulisan yang isinya tentang rasa cemburu. Tulisannya, ' Aku mbok kon neng Mojokerto, awakmu neng Suroboyo gendakan. Daripada aku mbok gawe loro ati, mending awakmu mati aku yo mati' (Aku kamu suruh ke Mojokerto, kamu di Surabaya berselingkuh. Daripada aku kamu buat sakit hati, mending kamu mati aku juga mati)," tambah Eko.

Namun pihaknya masih belum memastikan, siapa yang menulis kalimat tersebut. Ia juga belum berani memastikan ada tidaknya unsur pembunuhan dalam kasus ini karena masih dalam proses penyelidikan.

Kedua korban sendiri tercatat sebagai warga Losari Timur, Kelurahan Gede, Kabupaten Mojokerto. Mereka termasuk penghuni kos baru dan tercatat baru tinggal di kos tersebut selama 2 bulan. Sehingga, warga sekitar mengaku tidak begitu mengenal kedua korban.

"Kalu dibunuh itu kan perlu pembuktian, cuma indikasi seperti itu dan ada kemungkinan juga seperti itu, tapi saya belum berani mengatakan itu pembunuhan karena masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Saat ini, kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi.(tin)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA