KELANA KOTA

Dishub Surabaya Imbau Warga Utamakan Order Transportasi Online Plat L, Ada Apa?

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 10 Juni 2019 | 18:01 WIB
Foto imbauan yang diunggah Dinas Perhubungan Kota Surabaya di laman Facebooknya pada Senin (10/6/2019). Foto: Dinas Perhubungan Kota Surabaya
suarasurabaya.net - Dinas Perhubungan Kota Surabaya mengimbau kepada pengguna jasa ojek online dan taxi online agar mengutamakan kendaraan Plat L. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan akibat driver online parkir sembarangan.

Irvan Wahyudrajat Kepala Dishub Kota Surabaya mengatakan, imbauan ini untuk mengurangi beban kota dari kendaraan yang dari luar kota mengalir ke Surabaya.

"Sifatnya imbauan agar order mengutamakan plat L seperti zonasi di jarak terdekat. Biar tidak terlalu banyak kendaraan dari kota lain yang masuk Surabaya kemudian parkir sembarangan dan ngetem," ujarnya dihubungi suarasurabaya.net, Senin (10/6/2019).

Irvan mengatakan, hasil evaluasi pihaknya, selama ini banyak driver online dari luar kota masuk ke Surabaya dan tidak punya garasi. Mereka banyak yang menunggu penumpang (ngetem) di beberapa tempat yang mengakibatkan kemacetan. Menurutnya ini menjadi problem baru bagi Kota Surabaya.


"Menjadi beban kota. Lihat di kawasan PTC, Stasiun Gubeng banyak yang ngetem, ditertibkan balik lagi malah semakin banyak. Kami tidak ingin seperti ini. Kalau bisa dipenuhi di dalam kota, kenapa plat nomor luar kota membanjiri Surabaya dan menimbulkan problema baru," katanya.

Ditanya apakah imbauan ini akan berbuah menjadi Peraturan Daerah (Perda), Irvan menegaskan masih jauh untuk sampai ke sana.


Unggahan Dinas Perhubungan Kota Surabaya di laman Facebooknya pada Senin (10/6/2019). Foto: Dinas Perhubungan Kota Surabaya

Sekali lagi Irvan menegaskan, imbauan ini untuk mengurangi jumlah kuota driver dan ojek online di Surabaya. Sebab, aturan pembatasan kuota selama ini belum terealisasi.

"Imbauan agar tidak terjadi kemacetan di jalan jalan yang digunakan ngetem oleh mereka yang gak punya garasi. Ini usaha mengurangi jumlah kendaraan di Surabaya," katanya. (bid/iss/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.