KELANA KOTA

PDI Perjuangan: Penjaringan Bakal Calon Wali Kota Surabaya Mulai September

Laporan Denza Perdana | Rabu, 12 Juni 2019 | 20:11 WIB
Bambang Dwi Hartono Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bambang Dwi Hartono Ketua Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan mengatakan, setidaknya pada September mendatang penjaringan bakal calon Wali Kota Surabaya dimulai.

Proses itu setidaknya sudah harus dimulai pada September, karena sesuai peraturan partai, penjaringan harus dilakukan satu tahun sebelum pelaksanaan pemilihan umum wali kota.

"Karena pelaksanaannya Agustus atau September 2020. Sekitar itu. Mestinya September ini sudah harus mulai. Sesuai peraturan partai, setahun sebelum pemilihan, organisasi harus memulai penjaringan," katanya Rabu (12/6/2019).

Proses penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota itu, kata pria yang akrab disapa Bambang DH itu, dimulai hal-hal administratif. Misalnya verifikasi ijazah bakal calon. Proses ini dilakukan di tingkat DPC PDI Perjuangan.


"Mosok masalah ijasah yang nyaring harus pusat? Enggak perlu. Jadi DPC kabupaten/kota dalam menjaring kepala daerah sudah mulai melakukan verifikasi ijasah. Lain-lain diusulkan ke DPP untuk dijaring lagi dan penetapan itu," ujarnya.

Ada sejumlah kader PDI Perjuangan yang cukup dikenal di Surabaya. Di antaranya Whisnu Sakti Buana Wakil Wali Kota Surabaya saat ini, dan Puti Guntur Soekarno Putri Calon Wakil Gubernur pendamping Gus Ipul pada Pilgub Jatim 2018 lalu.

Bambang DH yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ketika ditemui di Kantor DPRD Jatim menyebutkan, siapapun bisa masuk dalam penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

"Siapapun silahkan. Kan, PDI Perjuangan itu cukup terbuka dalam hal rekrutmen selama ini? Pilkada 2015, 2017, 2018, muncul baik dari kader internal maupun eksternal, yang mempunyai peluang yang cukup," ujarnya.

Bakal Calon dari eksternal atau bukan kader PDI Perjuangan pun, kata Bambang, juga memiliki peluang masuk dalam penjaringan. Dia mencontohkan pada Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Trenggalek.

"Katakanlah 2015 lalu di Trenggalek, itu kan dua-duanya (Emil-Arifin) baru (bukan kader PDIP). Kami lalu memetakan dengan survei, ternyata probabilitasnya cukup tinggi, walaupun lawan incumbent waktu itu," katanya.

PDI Perjuangan, dalam mengambil kebijakan mengenai bakal calon yang akan diusung menurutnya harus memiliki dasar yang kuat. Salah satu dasar kebijakan pemilihan bakal calon itu melalui survei.

Meski demikian, dia mengakui, bakal calon yang bukan kader partai biasanya kurang perhatian dengan partai.

"Betul. Itu fakta yg tidak terbantahkan. Bahkan sebelum pengurus yang lalu saya masih ingat betul pada hari terakhir kongres ada suara para peserta yang minta kader diprioritaskan. Ada itu," ujarnya.

Namun dia menjelaskan, siapapun baik dari dalam maupun luar kader memiliki peluang. Partai akan memperketat seleksi melalui fit and proper test, terutama berkaitan ideologi, pemahaman wilayah, dan komitmen terhadap visi misi kebangsaan

"Semua sekali lagi terbuka sangat lebar. Kalau kader paling siap, ya, banyak. Kami selalu scanning. Jangan DPP beri statmen si A dan si B, akan mempersempit ruang geraknya. Biarkan muncul dari struktur," ujarnya.

Beberapa waktu terakhir, Eri Cahyadi Kepala Bappeko Kota Surabaya diwacanakan akan maju dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya pada 2020 mendatang. Bambang mengatakan, sampai sejauh ini belum ada komunikasi.

"Belum ada (komunikasi). Mungkin dia jalan sendiri. Loh kita, kan, belum tahu apakah harus diusulkan oleh struktral? Kan, mekanismenya tadi. Biasanya menjaring dulu, DPC yang kemudian usulkan pada proses berikutnya," katanya.(den/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.